Lambeturah.co.id - Tiga awak kapal cepat Baliman yang sempat dinyatakan hilang selama lima hari akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. Kapten dan dua anak buah kapal (ABK) tersebut berhasil dievakuasi oleh nelayan ke Pantai Puger, Jawa Timur.

Ketiga awak kapal yang ditemukan selamat yakni kapten I Nyoman Budiana serta dua ABK, Keristino Sahreza Avendi Da dan Niko Demios Landena.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan informasi mengenai keberadaan ketiga korban diterima pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 21.06 WITA.

"Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Denpasar menerima informasi dari rekan korban bahwa kapal cepat beserta ketiga korban telah berhasil dievakuasi oleh warga nelayan ke Pantai Puger, Jawa Timur," kata Sidakarya dalam keterangannya di Denpasar, Kamis (17/9/2026).

Setelah menerima informasi tersebut, Basarnas Bali langsung berkoordinasi dengan Kantor SAR Banyuwangi sekitar lima menit kemudian untuk memastikan kebenaran laporan.

Empat personel Tim Rescue Kantor SAR Banyuwangi kemudian diberangkatkan menuju Pantai Puger pada pukul 21.15 WITA.

Setibanya di lokasi, tim bertemu langsung dengan ketiga awak kapal. Pemeriksaan memastikan kondisi I Nyoman Budiana, Keristino Sahreza Avendi Da, dan Niko Demios Landena dalam keadaan selamat dan sehat.

Sementara itu, kapal cepat Baliman diketahui berada di sekitar rumpon bleduk, sekitar 42 mil laut dari garis pesisir.

Ketiga korban selanjutnya dijadwalkan dijemput oleh pihak keluarga pada Kamis.

Hilang Sejak Sabtu di Perairan Manta Point

Ketiga awak kapal Baliman sebelumnya dilaporkan hilang pada Sabtu (12/9/2026) di Perairan Manta Point, Nusa Penida.

Pencarian kemudian dilakukan secara intensif oleh tim SAR dengan mengerahkan sejumlah alat utama sistem (alutsista) laut dan udara.

Pada hari ketiga pencarian, Senin (14/9), Basarnas Bali mengerahkan KN SAR Arjuna 229 dengan 25 personel. Operasi tersebut juga mendapat dukungan satu unit helikopter FINNS SGi Air Bali untuk melakukan penyisiran dari udara.

Namun, pencarian saat itu belum membuahkan hasil.

Operasi SAR juga menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah ketidakpastian jumlah korban. Pada awal laporan, hanya disebutkan satu orang yang hilang. Setelah dilakukan komunikasi dengan pihak keluarga, diketahui bahwa terdapat tiga awak kapal yang belum ditemukan.

Selain itu, kondisi cuaca di sekitar lokasi pencarian juga menjadi tantangan bagi tim.

Ketinggian gelombang di Perairan Manta Point dilaporkan mencapai 2 hingga 4 meter, sedangkan kecepatan angin berkisar 12 knot.

Hingga hari kelima, Rabu (16/9), tim SAR masih melakukan penyisiran. Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Denpasar bahkan dikerahkan dari Pelabuhan Benoa, tetapi keberadaan ketiga awak kapal belum ditemukan hingga sore hari.

Nelayan Ikut Membantu Pencarian

Dalam operasi pencarian tersebut, Basarnas Bali mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk belasan perahu kelompok nelayan lokal dan keluarga korban.

Pencarian juga melibatkan Polairud Polda Bali dan Lanal Denpasar. Tim turut memantau pergerakan kapal-kapal yang melintas melalui koordinasi dengan Vessel Traffic Service (VTS) Benoa.

Setelah lima hari pencarian, ketiga awak kapal akhirnya ditemukan selamat di Pantai Puger, Jawa Timur.

Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri operasi SAR intensif yang sebelumnya dilakukan dengan mengerahkan berbagai unsur dan sarana pencarian.