Lambeturah.co.id - Lionel Messi resmi mengakhiri perjalanan panjangnya bersama tim nasional Argentina. Laga perpisahan sang megabintang berlangsung emosional di Stadion Monumental, Buenos Aires, Selasa malam waktu setempat.
Pertandingan tersebut menjadi penampilan terakhir Messi bersama Argentina. Pemain berusia 39 tahun itu tampil di hadapan puluhan ribu pendukung yang memenuhi stadion untuk memberikan penghormatan kepada kapten mereka.
Suasana haru sudah terasa sejak sebelum pertandingan dimulai. Messi terlihat meneteskan air mata ketika lagu kebangsaan Argentina berkumandang.
Sebuah jersey raksasa bernomor punggung 10 dengan tulisan ucapan terima kasih juga dibentangkan di tengah lapangan. Messi kemudian memeluk rekan-rekan setimnya sebelum pertandingan dimulai.
Kehadiran keluarga Messi di lapangan turut membuat momen tersebut semakin emosional. Para pendukung Argentina memberikan penghormatan kepada pemain yang telah menjadi simbol sepak bola negara tersebut selama lebih dari dua dekade.
Laga Terakhir Messi Bersama Argentina
Dalam pertandingan terakhirnya, Messi tetap tampil penuh semangat. Argentina menghadapi Benin dalam laga yang menjadi penutup perjalanan internasional sang kapten.
Pertandingan sempat dihentikan pada menit ke-10 sebagai bentuk penghormatan kepada Messi yang identik dengan nomor punggung tersebut. Momen itu turut dimeriahkan dengan pertunjukan kembang api di stadion.
Meski atmosfer begitu emosional, Messi tetap menunjukkan kualitasnya di atas lapangan. Ia mencetak gol melalui tendangan penalti dan membantu Argentina meraih kemenangan.
Messi juga berperan dalam gol Nicolas Otamendi melalui sebuah situasi sepak pojok. Laga tersebut sekaligus menjadi pertandingan terakhir Otamendi bersama tim nasional Argentina setelah sang bek juga memutuskan mengakhiri karier internasionalnya.
Tak berhenti di situ, Messi kembali memberikan kontribusi melalui assist untuk Nico Paz. Umpan sang kapten membantu Paz mencetak gol dari luar kotak penalti.
Messi Tinggalkan Argentina dengan Segudang Prestasi
Keputusan Messi untuk mengakhiri karier bersama tim nasional sebenarnya telah diumumkan sebelumnya. Bintang Inter Miami tersebut menyampaikan keputusannya melalui media sosial pada akhir Agustus.
Messi mengaku berat meninggalkan tim yang telah menjadi bagian penting dalam hidupnya. Faktor usia serta kepergian sang ayah menjadi salah satu hal yang turut memengaruhi keputusannya.
Pelatih Lionel Scaloni kemudian menurunkan sejumlah pemain terbaik Argentina untuk memberikan penghormatan kepada Messi di pertandingan terakhirnya.
Setelah pertandingan, Messi menyampaikan pesan emosional kepada para pendukung. Ia mengakui bahwa meninggalkan seragam Argentina merupakan keputusan yang sangat berat.
"Tidak lagi mengenakan seragam ini akan terasa sangat menyakitkan. Saya bersumpah akan memberikan apa saja untuk bisa bermain bagi Argentina sepanjang sisa hidup saya. Ini adalah hal terindah yang pernah ada," kata Messi.
Messi mengakhiri karier internasionalnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Argentina dengan 126 gol.
Selama membela Argentina, Messi juga mempersembahkan sejumlah trofi bergengsi, mulai dari Copa America 2021 dan 2024, Finalissima 2022, hingga gelar Piala Dunia 2022 di Qatar.
Perpisahan tersebut menandai berakhirnya salah satu era paling gemilang dalam sejarah sepak bola Argentina. Warisan Messi bersama Albiceleste akan menjadi bagian penting dari sejarah sepak bola dunia.





