Lambeturah.co.id - Tim Satreskrim Polrestabes Makassar bergerak cepat membekuk 20 anggota geng motor yang terlibat aksi penyerangan brutal hingga menewaskan seorang mahasiswa di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 19, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Korban bernama Akmal (24) meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara rekannya, Farel (17), kritis dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Penangkapan para pelaku yang mayoritas masih di bawah umur tersebut dilakukan di sejumlah lokasi berbeda di Kabupaten Maros pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 03.00 WITA.
Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Jafar Ahmad mengonfirmasi penangkapan kelompok pemuda asal Kabupaten Maros tersebut.
"Hari Senin tanggal 5 Oktober sekira pukul 03.00, (diamankan) di Maros. Ada 20 orang yang diamankan, namun penyidik masih mendalami peranan masing-masing," ujar Jafar saat memberikan keterangan, Senin (5/10/2026).
Kronologi Kejadian
Tragedi mengerikan ini bermula pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 03.35 WITA. Saat itu, korban bersama rekan-rekannya sedang duduk berkumpul di Jalan Daeng Ramang, Kelurahan Pai. Tanpa diduga, rombongan geng motor yang mengendarai sekitar 12 sepeda motor datang menghampiri sambil membawa senjata tajam jenis parang dan busur panah.
Melihat kedatangan kelompok penyerang, kelompok korban berusaha melakukan perlawanan dan mengejar para pelaku ke arah Kabupaten Maros. Akmal dan Farel membonceng sepeda motor rekan mereka untuk ikut mengejar geng motor tersebut.
Namun naas, saat berada di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 19, sepeda motor yang ditumpangi Akmal bertabrakan dengan sepeda motor yang ditumpangi Farel. Benturan keras tersebut membuat kedua korban jatuh tersungkur di jalanan.
Melihat kedua korban terjatuh dan tidak sempat menyelamatkan diri, kelompok geng motor langsung berputar balik dan menyerang mereka secara beringas menggunakan parang dan busur.
Akmal tewas seketika di tempat kejadian perkara (TKP) dengan luka tebasan parang di bagian belakang serta anak panah busur yang masih tertancap di kepala. Sementara itu, Farel mengalami luka berat di bagian kepala serta punggung dan saat ini dalam perawatan intensif di rumah sakit.
"Jenazah korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan medis secara forensik berupa visum et repertum atau autopsi," pungkas Jafar.
Saat ini, ke-20 pelaku telah diamankan di Polrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan hukum lebih lanjut.




