Lambeturah.co.id – Musisi Maia Estianty menjadi sorotan publik setelah pernyataannya mengenai rezeki, kerja keras, dan sedekah menuai kritik dari warganet. Unggahan yang dibagikan melalui media sosial Threads tersebut memicu perdebatan karena dinilai sebagian pengguna media sosial kurang sensitif terhadap kondisi masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan ekonomi.

Polemik bermula ketika Maia membagikan pemikirannya tentang rezeki dengan mengibaratkan kehidupan manusia seperti burung liar yang harus terbang untuk mencari makanan. Menurutnya, meski rezeki setiap makhluk telah dijamin oleh Allah, manusia tetap perlu berusaha untuk mendapatkan penghidupan.

Dalam unggahan bertajuk Self Reminder yang ramai diperbincangkan sejak Jumat (9/10/2026), Maia menuliskan pandangannya mengenai hubungan antara usaha, penghasilan, dan kebiasaan bersedekah.

"Melihat burung liar makan, berpikir bahwa semua mahluk rejeki nya ditanggung Allah itu benar, tapi burung juga kalau males terbang juga gak bakal dapet makanan," tulis Maia dalam unggahannya.

Ia kemudian mengaitkan perumpamaan tersebut dengan kondisi seseorang yang merasa kekurangan uang. Menurut Maia, keadaan tersebut seharusnya menjadi dorongan untuk meningkatkan ikhtiar melalui pekerjaan.

"Artinya kalau kita hidupnya kurang banyak uang, artinya kudu lebih ikhtiar lagi bekerja seperti burung yang terbang sana sini mencari makanan," lanjutnya.

Maia juga menyinggung pentingnya berbagi kepada sesama. Ia menilai sedekah, baik berupa uang maupun tenaga, menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan.

"Kita males, ya rejeki kita seret, akan seret lagi kalo gak pernah bersedekah (dengan uang atau tenaga)," tulisnya.

Pernyataan istri Irwan Mussry tersebut kemudian memancing beragam tanggapan. Sejumlah warganet menilai persoalan ekonomi tidak bisa disederhanakan hanya berdasarkan tingkat kerja keras atau kebiasaan seseorang dalam bersedekah.

Mereka berpendapat bahwa ada banyak orang yang telah bekerja keras setiap hari, bahkan menjalani pekerjaan dengan jam kerja panjang, tetapi penghasilannya masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Kondisi tersebut membuat sebagian warganet menilai pernyataan Maia kurang mempertimbangkan realitas yang dihadapi masyarakat berpenghasilan rendah.

Tak sedikit pula yang menyoroti bahwa kesulitan ekonomi dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari terbatasnya kesempatan kerja hingga besarnya kebutuhan hidup yang harus ditanggung.

Karena itu, anggapan bahwa seseorang mengalami kesulitan finansial akibat kurang berusaha atau kurang bersedekah dinilai berpotensi mengabaikan persoalan yang lebih kompleks.

Di tengah ramainya kritik, latar belakang Maia yang dikenal memiliki kehidupan berkecukupan juga menjadi bahan pembicaraan di media sosial.

Sebagian warganet menilai seseorang yang hidup dalam kondisi ekonomi mapan perlu berhati-hati ketika menyampaikan pandangan mengenai kemiskinan dan perjuangan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Istilah tone deaf pun disematkan oleh sejumlah pengguna media sosial kepada Maia. Istilah tersebut merujuk pada sikap atau pernyataan yang dianggap tidak peka terhadap perasaan maupun keadaan orang lain.

Meski demikian, tanggapan warganet tidak sepenuhnya negatif. Ada pula pengguna media sosial yang memandang pesan Maia sebagai pengingat bahwa manusia tetap perlu berusaha dan tidak hanya mengandalkan keadaan.

Perbedaan pandangan tersebut membuat unggahan Maia menjadi perbincangan yang ramai di berbagai platform media sosial.

Di tengah polemik yang berkembang, akun Threads Maia Estianty terpantau berstatus privat pada Minggu (11/10/2026).

Perdebatan ini kembali memperlihatkan bagaimana pernyataan figur publik di media sosial dapat memicu respons luas, terutama ketika membahas persoalan sensitif seperti kemiskinan, rezeki, dan kondisi ekonomi masyarakat.

Di satu sisi, pesan tentang kerja keras dan sedekah dipandang sebagai pengingat positif oleh sebagian orang. Di sisi lain, warganet menilai pesan tersebut perlu disampaikan dengan mempertimbangkan bahwa setiap orang memiliki keadaan dan tantangan hidup yang berbeda-beda.