Lambeturah.co.id - Massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) membubarkan diri dari kawasan depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026). Kepulangan massa dilakukan setelah mereka menerima komitmen tertulis pimpinan DPR RI terkait penyelesaian Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.

Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, membacakan surat komitmen tersebut di hadapan peserta aksi. Dalam surat itu, pimpinan DPR RI menyatakan target penyelesaian pembentukan RUU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026.

Usai mendengarkan isi surat, massa AMPB mulai meninggalkan lokasi secara bertahap. Sejumlah peserta berjalan menuju bus yang telah disiapkan untuk mengantar mereka kembali ke Pati, Jawa Tengah.

Proses pembubaran berlangsung tertib tanpa kericuhan. Rombongan massa kemudian bergerak meninggalkan kawasan Gedung DPR/MPR RI menuju arah Palmerah.

Sebelum meninggalkan lokasi, Botok juga menyinggung konsekuensi apabila komitmen tersebut tidak terealisasi. Ia menyebut sejumlah pimpinan DPR telah menyatakan kesiapan mengambil tanggung jawab politik.

"Seperti contoh, maaf Pak Dasco, beliau siap mengundurkan diri, Pak Saan juga siap mengundurkan diri, dan Pak Cucun juga siap mengundurkan diri jika berita acara tersebut, kesepakatan tersebut tidak terealisasi," ujar Botok di hadapan massa.

Massa AMPB diketahui menggelar aksi untuk mendesak DPR RI segera menyelesaikan dan mengesahkan RUU Perampasan Aset. Mereka menilai aturan tersebut penting untuk memperkuat upaya pemberantasan korupsi.

Setelah mendapatkan komitmen tertulis mengenai target penyelesaian RUU tersebut, massa AMPB memilih mengakhiri aksi dan kembali ke daerah asal.

Aksi Berlanjut, Mahasiswa dan Pelajar Datang

Setelah massa dari Pati meninggalkan lokasi, aksi di depan Gedung DPR/MPR RI tidak langsung berakhir. Gelombang massa baru yang terdiri dari kelompok sipil dan mahasiswa mulai berdatangan sekitar pukul 14.00 WIB.

Rombongan mahasiswa sempat tertahan di sekitar jalan layang dekat Senayan Park akibat barikade aparat keamanan. Situasi sempat memanas sebelum petugas akhirnya memperbolehkan massa bergerak mendekati kompleks parlemen sekitar pukul 14.36 WIB.

Tak lama kemudian, puluhan pelajar juga tiba di lokasi sekitar pukul 15.10 WIB. Mereka terlihat mengibarkan bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu "Tanah Airku".

Dengan demikian, massa warga Pati yang sebelumnya mendominasi kawasan depan DPR/MPR RI secara bertahap berganti dengan kelompok mahasiswa dan pelajar yang melanjutkan penyampaian aspirasi mereka.