Lambeturah.co.id - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak para demonstran dan elemen masyarakat yang menyampaikan aspirasi kepada pemerintah untuk meneladani sikap Nabi Musa dan Nabi Harun saat menghadapi Firaun. Menurutnya, kritik dan penyampaian pendapat sebaiknya dilakukan dengan bahasa yang santun dan berakhlak.
Pernyataan tersebut disampaikan Nasaruddin Umar menanggapi maraknya aksi unjuk rasa mahasiswa dan masyarakat yang mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah.
Sebagai Menteri Agama, Nasaruddin mengaku memiliki tanggung jawab moral untuk mengingatkan masyarakat, khususnya umat beragama, agar tetap menjunjung tinggi etika dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.
"Jangan sampai kita memiliki tujuan yang baik, tetapi disampaikan dengan cara yang kurang baik sehingga justru menjadi kontraproduktif," ujar Nasaruddin kepada wartawan di Hotel Claro, Makassar.
Ia mencontohkan bagaimana Nabi Musa dan Nabi Harun diperintahkan untuk menyampaikan dakwah kepada Firaun dengan tutur kata yang lembut dan santun. Padahal, Firaun dikenal sebagai sosok penguasa yang zalim.
Menurut Nasaruddin, teladan tersebut menunjukkan bahwa bahkan kepada sosok seperti Firaun sekalipun, ajaran agama mengedepankan komunikasi yang baik dan penuh penghormatan.
"Firaun saja diperintahkan untuk diajak berbicara dengan bahasa yang santun. Karena itu, dalam menyampaikan kritik maupun gagasan, kita tetap harus mengedepankan etika dan akhlak yang baik," katanya.
Minta Demonstran Kedepankan Akhlakul Karimah
Nasaruddin berharap para peserta aksi unjuk rasa tetap mengedepankan akhlakul karimah dalam menyampaikan tuntutan maupun kritik kepada pemerintah.
Ia menilai komunikasi yang baik akan membuka ruang dialog dan solusi yang menguntungkan semua pihak.
"Sebagai warga bangsa dan umat beragama, dalam berbagai situasi kita harus menerapkan akhlakul karimah saat menyampaikan gagasan. Akan lebih baik jika menghasilkan solusi bersama daripada saling merugikan," ujarnya.
Polisi Catat 12 Titik Aksi di Makassar
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Selatan, Komisaris Besar Didik Supranoto, mengungkapkan bahwa terdapat 12 titik aksi unjuk rasa yang berlangsung di Kota Makassar dengan berbagai isu yang berbeda.
"Hari ini ada 12 titik aksi unjuk rasa di Makassar, termasuk di kawasan flyover dan beberapa lokasi lainnya," kata Didik.
Pihak kepolisian berharap seluruh rangkaian aksi dapat berlangsung aman, tertib, dan damai. Masyarakat maupun peserta aksi juga diimbau untuk mematuhi aturan yang berlaku selama menyampaikan aspirasi.
"Alhamdulillah hingga saat ini situasi masih aman dan kondusif. Kami mengingatkan seluruh peserta aksi untuk tetap menaati aturan yang berlaku sehingga penyampaian aspirasi dapat berjalan dengan baik," tuturnya.





