Lambeturah.co.id - Menteri Transportasi Spanyol, Óscar Puente, mengumumkan pengunduran dirinya secara mendadak pada Selasa malam (3/11/2026). Langkah ekstrem ini diambil hanya enam hari setelah tragedi kecelakaan kereta api cepat mematikan yang menewaskan sedikitnya 69 orang dan melukai puluhan penumpang lainnya.

Keputusan tersebut disampaikan Puente dalam sidang dengar pendapat di Parlemen Spanyol (Congress), usai memberikan kesaksian terkait musibah dahsyat yang terjadi di dekat kota Urda, sebelah selatan Madrid.

"Menteri transportasi di negara seperti Spanyol tidak boleh tetap menjabat setelah terjadinya dua kecelakaan seberat ini dalam kurun waktu kurang dari satu tahun," tegas Puente di hadapan para anggota dewan.

Pernyataan Puente merujuk pada dua insiden mengerikan yang melanda jalur kereta cepat Spanyol. Sebelum tragedi di Urda, kecelakaan serupa pada Januari lalu di jalur yang sama telah merenggut 46 korban jiwa. Kecelakaan pekan lalu kini tercatat sebagai salah satu bencana kereta api terburuk dalam sejarah modern Eropa.

Selain melepas jabatan menteri, Puente juga menyatakan menarik diri dari daftar calon legislatif untuk pemilu mendatang.

kronologi Singkat Musibah Horor

Kecelakaan maut yang terjadi pada Rabu (28/10/2026) lalu melibatkan dua kereta cepat:

Kereta milik operator swasta Iryo yang membawa 147 penumpang mogok dan berhenti di jalur.

Kereta milik operator BUMN Renfe yang mengangkut 397 penumpang meluncur dari arah belakang dan menabrak ekor kereta Iryo.

Berdasarkan bocoran rekaman suara antara pusat kendali Madrid dan masinis, sistem sinyal otomatis diduga mengalami gangguan komputer yang membuat seluruh kereta berhenti. Namun, pusat kendali diduga memberikan izin bagi kereta Renfe untuk kembali bergerak, padahal kereta Iryo masih tertahan di rel yang sama sekitar 25 kilometer di depan.

Dampak benturan keras tersebut menyebabkan sejumlah gerbong anjlok hingga jatuh ke jurang di tepi rel. Tim penyelamat bahkan harus menggunakan alat berat untuk mengevakuasi para penumpang yang terjebak di dalam bangkai gerbong.

Guncangan Politik Jelang Pemilu

Pengunduran diri Puente mengejutkan publik karena beberapa hari sebelumnya ia sempat menyatakan akan bertahan. Namun, gelombang desakan dari partai oposisi seperti Partai Rakyat (PP) dan Partai Vox serta sejumlah mitra koalisi pemerintah membuat posisinya kian tersudut.

Oposisi menilai Puente gagal menjaga keandalan sistem kereta cepat Spanyol dan mengkritiknya karena dinilai berusaha melempar kesalahan kepada human error masinis. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, bahkan mengakui bahwa kepercayaan masyarakat terhadap keamanan kereta cepat saat ini telah "hancur".

Meski demikian, PM Pedro Sánchez memuji sikap Puente yang dinilainya mengambil keputusan berani demi martabat politik dan rasa hormat kepada para korban.

Tragedi ini menjadi pukulan telak bagi pemerintah pimpinan Partai Sosialis jelang Pemilihan Umum yang dijadwalkan berlangsung pada 29 November mendatang. Publik Spanyol kini menanti apakah pengganti Puente mampu memulihkan kepercayaan mereka terhadap moda transportasi rel di negara tersebut.