Lambeturah.co.id - Sebuah unggahan video di media sosial TikTok mendadak menjadi sorotan publik. Video yang diunggah oleh akun @cakerol.6 memperlihatkan momen haru sekaligus memprihatinkan saat seorang guru SMP tengah sabar mendiktekan kata demi kata kepada seorang murid yang diduga belum lancar membaca.
Dalam video tersebut, guru itu terlihat membimbing sang siswa dengan penuh ketelitian dan kesabaran agar muridnya bisa mengikuti setiap bacaan. Unggahan itu pun dilengkapi dengan kutipan pepatah populer, “Utlubul 'ilma minal mahdi ilallahdi” tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat, yang menegaskan bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar.
Aksi penuh kesabaran sang guru mendapat pujian dari banyak netizen. Namun di sisi lain, video ini juga memicu rasa keprihatinan dan pertanyaan besar dari publik terkait sistem pembelajaran yang dijalani siswa tersebut selama ini.
Banyak warganet yang bertanya-tanya bagaimana murid itu bisa mengikuti proses Belajar Mengajar (KBM) harian hingga menghadapi ujian di sekolah jika kemampuan dasarnya dalam membaca masih terbatas.
Sorotan Netizen: Dugaan Disleksia hingga Borderline Intellectual Functioning
Kolom komentar unggahan tersebut langsung diramaikan oleh ribuan tanggapan netizen. Beberapa di antaranya mencoba menganalisis penyebab dan memberikan pandangan dari sudut pandang medis serta pendidikan khusus.
Akun @misshen06_ menduga anak tersebut mungkin mengalami gangguan belajar. "Nah kalo gini-gini sih, aku curiganya ini anak bisa jadi DISLEKSIA deh," tulisnya.
Sementara itu, akun @dr.reny_indah memberikan penjelasan teoretis terkait kondisi Borderline Intellectual Functioning (BIF). "Jangan-jangan anak ini berkebutuhan khusus. Ada yang namanya BIF, kemampuan intelektual berada di bawah rata-rata (IQ sekitar 70–84). Secara penampilan tampak seperti anak pada umumnya, tetapi kesulitan memahami konsep abstrak atau memecahkan masalah. Seharusnya mungkin anak ini masuk Sekolah Luar Biasa (SLB), tapi banyak masyarakat yang belum paham," jelasnya di kolom komentar.
Tak sedikit pula warganet yang memberikan komentar menggelitik mengenai kehidupan sehari-hari sang murid di era digital saat ini. "Mereka enggak chatting-an kah? Atau kirim-kiriman VN (Voice Note) doang kalau ngobrol sama temannya?" tulis akun @claud_dhya.
Fenomena ini menjadi refleksi mendalam bagi dunia pendidikan Indonesia akan pentingnya deteksi dini terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) serta pentingnya pendampingan belajar yang inklusif di setiap jenjang sekolah.





