Lambeturah.co.id - Sebuah unggahan yang mengisahkan dugaan tindakan pelecehan seksual di dalam transportasi umum Mikrotrans Jak 31 (KWK 268) rute Blok M-Andara viral di media sosial. Peristiwa tersebut memicu keresahan publik, khususnya bagi para pengguna setia transportasi umum di Jakarta.

Berdasarkan narasi yang diunggah oleh korban di media sosial, insiden tersebut terjadi saat ia duduk di samping seorang pria. Awalnya, korban mengira sentuhan tangan pria tersebut pada bagian pahanya adalah hal yang tidak disengaja. Namun, aksi tersebut berlanjut dengan sengaja hingga korban merasa dilecehkan.

"Pas gue masuk n duduk di samping bapak ini, tangan dia kena paha gue (i think ga sengaja) tapi DI ELUS... tangan si bajingan ini uda gue geser TAPI ga lama malah makin ke atas trs di elus lagi," tulis korban dalam unggahannya yang beredar di Threads.

Aksi tidak menyenangkan tersebut akhirnya terhenti setelah penumpang lain di depan korban menyadari kejadian itu dan membantu korban berpindah tempat duduk. Foto terduga pelaku pun sempat diabadikan dan diunggah ke media sosial hingga mendapat perhatian luas.

Menanggapi kejadian tersebut, pihak PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengonfirmasi adanya dugaan insiden pelecehan seksual di dalam armada Mikrotrans Jak 31 pada Kamis (24/9).

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, mengecam keras segala bentuk pelanggaran hukum dan pelecehan di area transportasi publik.

"PT Transportasi Jakarta mengonfirmasi adanya dugaan insiden pelecehan seksual yang terjadi di dalam armada Mikrotrans Jak 31 (KWK 268) rute Blok M-Andara pada Kamis (24/9), sebagaimana video yang beredar di masyarakat," ujar Ayu dalam keterangan resminya, Jumat (25/9).

Ayu menyampaikan bahwa pengemudi Mikrotrans baru menerima laporan dari korban sesaat setelah terduga pelaku turun dari kendaraan. Saat ini, pihak Transjakarta tengah melakukan penelusuran untuk mengidentifikasi terduga pelaku dan siap berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memprosesnya secara hukum.

"Transjakarta saat ini tengah melakukan penelusuran identitas terduga pelaku, serta siap berkoordinasi dan mendukung penuh pihak kepolisian untuk memproses insiden ini secara hukum guna memberikan efek jera," tegas Ayu.

Selain itu, Transjakarta menyampaikan apresiasi kepada para penumpang yang peduli dan saling menjaga saat peristiwa tersebut terjadi. Pihaknya juga memberikan dukungan pendampingan serta pemulihan bagi korban.

Guna menjaga kenyamanan dan keselamatan, Transjakarta mengimbau seluruh pengguna jasa untuk tidak ragu melapor kepada petugas di lapangan atau menghubungi Call Center Transjakarta di nomor 1500-102 jika melihat atau mengalami tindakan mencurigakan di area operasional.