Lambeturah.co.id - Dunia advokasi dan aktivisme di Jawa Timur tengah berduka. Pengacara Muhammad Sholeh atau yang akrab disapa Cak Sholeh meninggal dunia pada Jumat (7/8/2026) pagi.

Cak Sholeh mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan akibat penyakit yang dideritanya. Kabar kepergiannya dibenarkan oleh Lasiono, rekan seperjuangannya dari kalangan aktivis Reformasi 1998.

"Betul, meninggal dunia pada hari Jumat. Insyaallah beliau husnul khatimah," ujar Lasiono.

Semasa hidup, Cak Sholeh dikenal sebagai sosok pengacara yang vokal memperjuangkan kepentingan masyarakat kecil. Namanya juga lekat dengan slogan "No Viral No Justice" yang kerap disuarakannya di ruang publik dan media sosial.

Slogan tersebut menjadi kritik terhadap fenomena penanganan perkara yang dinilai baru mendapat perhatian luas setelah kasusnya viral.

Aktivis Reformasi 1998

Cak Sholeh merupakan mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) dan turut berada dalam barisan gerakan Reformasi 1998.

Lasiono mengenang Cak Sholeh sebagai sosok yang memiliki dedikasi tinggi dalam memperjuangkan akses keadilan bagi masyarakat.

Jejak advokasinya juga tercatat dalam sejumlah isu penting di tingkat nasional, termasuk keterlibatannya dalam gugatan terkait sistem Pemilu proporsional terbuka.

"Jejaknya dapat kita lihat saat gugatan Pemilu dengan sistem proporsional terbuka. Beliau lah orangnya," kenang Lasiono.

Keterlibatan tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan Cak Sholeh dalam mengawal isu hukum dan politik elektoral di Indonesia.

Dikenal sebagai Pengacara Rakyat Kecil

Cak Sholeh tidak hanya dikenal sebagai advokat, tetapi juga sebagai sosok yang kerap menyuarakan persoalan masyarakat yang berhadapan dengan ketidakadilan.

Ia beberapa kali tampil membela kepentingan warga dalam perkara publik, terutama ketika masyarakat harus berhadapan dengan pihak yang memiliki kekuasaan.

Sikap vokal dan keberaniannya dalam menyampaikan kritik membuat sosok Cak Sholeh cukup dikenal di kalangan masyarakat, khususnya melalui aktivitasnya di media sosial.

Kepergiannya meninggalkan duka bagi rekan-rekan seperjuangan dan masyarakat yang selama ini mengenal kiprahnya dalam memperjuangkan akses terhadap keadilan.

 Lasiono pun mendoakan agar Cak Sholeh mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.

 "Insyaallah beliau husnul khatimah," tuturnya.