Lambeturah.co.id - Pesulap Merah atau Marcel Radhival kembali menjadi sorotan setelah mengungkap isi buku tamu di kawasan Keraton Gunung Kawi, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dalam penelusurannya, Marcel menemukan berbagai nama pengunjung yang menuliskan harapan dan tujuan kedatangan mereka, mulai dari urusan usaha, asmara, hingga keinginan memperoleh kekayaan secara instan.
Momen tersebut terekam dalam video yang diunggah melalui akun media sosial pribadinya. Dalam video itu, Marcel memperlihatkan sebuah buku tamu berwarna biru yang berisi identitas pengunjung beserta hajat yang ingin mereka capai.
Saat berada di lokasi, Marcel terlebih dahulu menunjukkan area yang digunakan untuk meletakkan sesajen. Tampak sejumlah bunga, gelas kopi, dan air putih tersusun di sekitar tempat tersebut.
“Di sini teman-teman bisa lihat ada beberapa kopi, dan ini ada daftar buku tamu yang mungkin menyampaikan hajatnya apa,” ujar Marcel dalam video yang dikutip pada Kamis (25/6/2026).
Marcel kemudian membuka lembar demi lembar buku tamu tersebut. Ia mengaku terkejut ketika menemukan salah satu pengunjung yang menuliskan usaha yang dijalankannya, termasuk keterangan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Usaha rental mobil, MBG. Ada tulisannya MBG di sini juga. Internet, tembakau. Berarti baru dong,” kata Marcel.
Tak hanya itu, ia juga menemukan catatan dari seorang pengunjung asal Lampung yang mengaku memiliki utang hingga Rp250 juta dan berharap mendapatkan jalan keluar melalui kunjungannya ke tempat tersebut.
“Lampung Tengah, utang Rp250 juta, usaha warung. Utang Rp250 juta dibayar Bu, bukan ditulis,” ucap Marcel sambil mengkritisi isi buku tamu tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Marcel kembali menegaskan pandangannya terkait praktik mencari berkah di lokasi yang dianggap memiliki unsur mistis. Menurutnya, aktivitas tersebut bertentangan dengan ajaran Islam.
“Tapi sekali lagi kalau dalam Islam kita tidak boleh ngalap berkah ataupun alasannya berdoa di depan patung-patung ini,” ujarnya.
Sebelumnya, Marcel juga sempat berbincang dengan seorang juru kunci yang memperkenalkan diri sebagai Sunarto. Ia menjelaskan bahwa Keraton Gunung Kawi kerap didatangi banyak orang dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dari luar negeri.
Menurut Sunarto, jumlah pengunjung biasanya meningkat pada malam-malam tertentu yang dianggap memiliki nilai spiritual, seperti Kamis Kliwon dan Selasa Kliwon.
“Banyak yang datang, dari luar pulau sampai luar negeri. Biasanya saat malam Kamis Kliwon atau Selasa Kliwon,” ujar Sunarto.
Ia menambahkan bahwa Keraton Gunung Kawi dipandang sebagai tempat ziarah sekaligus perantara bagi masyarakat yang ingin menyampaikan harapan dan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Namun kembali kepada nasib masing-masing, tapi kebanyakan sukses semua,” kata Sunarto.
Video penelusuran Marcel di Gunung Kawi tersebut pun kembali memicu perdebatan di media sosial. Sebagian warganet mendukung upaya edukasi yang dilakukan Pesulap Merah terkait praktik-praktik yang dianggap berbau mistis, sementara sebagian lainnya menilai lokasi tersebut merupakan bagian dari tradisi dan budaya yang telah lama dikenal masyarakat.





