Lambeturah.co.id - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan pemerintah sedang menyiapkan perubahan skema penyaluran bantuan sosial (bansos) yang bakal lebih banyak berbentuk transfer tunai langsung kepada penerima manfaat.
Nilai bantuan yang diterima masyarakat disebut mencapai Rp 5,4 juta per orang.
Skema itu bakal ditopang oleh sistem Digital Single ID yang saat ini sedang dikembangkan pemerintah sebagai bagian dari digitalisasi layanan publik berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
"Rata-rata kita kumpulkan semua bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya ada Rp5,4 juta per orang," kata Luhut dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (9/6).
"Mungkin akhir tahun ini akan ada Digital Single ID yang mengakibatkan semua bansos atau direct cash transfer itu akan targeted. Jadi akan sesuai," tambahnya.
Luhut juga menyampaikan pemerintah sedang mengkaji perubahan pendekatan subsidi. Menurut dia, langkah tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi kebocoran anggaran karena bantuan dapat diterima langsung oleh kelompok sasaran.
Tak hanya untuk penyaluran bansos, data yang terintegrasi dalam Digital Single ID juga bakal dimanfaatkan untuk mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).





