Lambeturah.co.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan masyarakat yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta tetap dapat mengakses pelayanan kesehatan di puskesmas. Kebijakan tersebut ditegaskan untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan pengobatan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan.
Penegasan itu disampaikan Pramono saat meresmikan gedung baru Puskesmas Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (26/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ia turut memeriksa pelaksanaan pelayanan kesehatan guna memastikan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berjalan sesuai arahan.
Pramono menegaskan, kepemilikan KTP DKI Jakarta bukan menjadi alasan bagi petugas untuk menolak warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
"Saya tanyakan juga bagaimana antisipasi kita terhadap masyarakat yang tidak mempunyai KTP Jakarta? Tetap diterima," kata Pramono.
Ia menjelaskan, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan kebijakan pelayanan publik benar-benar diterapkan oleh petugas di lapangan.
"Sehingga dengan demikian, sebenarnya salah satu hal yang utama dalam kunjungan saya pada pagi hari ini adalah untuk melakukan pengecekan hal-hal yang bersifat dengan apa yang kami gariskan, apakah kemudian respons di bawah itu bisa berjalan dengan baik," ujarnya.
Menurut Pramono, pelayanan kesehatan merupakan salah satu sektor penting yang harus mendapatkan perhatian pemerintah. Karena itu, peningkatan fasilitas kesehatan perlu diikuti dengan kemudahan akses bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi harus memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan dukungan pemerintah.
"Karena saya meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi yang baik tidak ada artinya kalau kemudian tidak berdampak pada masyarakat yang membutuhkan," tuturnya.
Peresmian gedung baru Puskesmas Kecamatan Taman Sari menjadi bagian dari upaya peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan di Jakarta Barat.
Puskesmas tersebut berdiri di atas lahan seluas sekitar 976 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 2.725 meter persegi. Fasilitas ini diproyeksikan dapat melayani sekitar 124.500 jiwa, dengan rata-rata kunjungan mencapai 500 pasien setiap hari.





