Lambeturah.co.id - Puluhan penggemar BTS yang tergabung dalam komunitas Army Surabaya 21 diduga menjadi korban penipuan jasa war tiket konser BTS yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026. Akibat kasus tersebut, total kerugian para korban diperkirakan mencapai Rp400 juta hingga Rp500 juta.
Pada Senin, 13 Juli 2026, sekitar 40 korban mendatangi kantor penyedia jasa war tiket, Uniality Tour and Travel, yang berlokasi di kawasan Jagir Sidosermo, Surabaya. Mereka menuntut pengembalian dana setelah tiket yang dijanjikan tidak kunjung diperoleh maupun uang mereka dikembalikan.
Salah seorang korban, Desi (28), mengaku mengalami kerugian sebesar Rp24 juta. Dana tersebut digunakan untuk memesan empat tiket VIP konser BTS melalui jasa war yang ditawarkan perusahaan tersebut.
Menurut Desi, harga resmi satu tiket VIP sebesar Rp5,2 juta, sementara biaya jasa war mencapai Rp900 ribu per tiket. Dengan demikian, ia harus membayar sekitar Rp6,1 juta untuk setiap tiket yang dipesan.
Desi mengaku memilih menggunakan jasa war karena tingginya persaingan dalam pembelian tiket konser BTS secara daring. Ia juga menyebut pernah menggunakan jasa yang sama pada konser solo anggota BTS sebelumnya dan saat itu tidak mengalami kendala.
Namun, pada pemesanan kali ini, pihak penyedia jasa hanya menginformasikan bahwa mereka berhasil memperoleh sekitar 15 tiket, padahal terdapat sekitar 40 orang yang tergabung dalam grup WhatsApp pelanggan.
Selain layanan war tiket, Uniality Tour and Travel juga menawarkan paket perjalanan berupa transportasi dan hotel bagi penggemar yang akan menghadiri konser BTS di Jakarta. Meski demikian, Desi mengaku hanya menggunakan layanan war tiket.
Kini, ia berharap seluruh dana yang telah dibayarkan dapat segera dikembalikan karena menilai peluang mendapatkan tiket konser sudah tidak memungkinkan.
Koordinator korban, Sarah Naila, mengatakan para korban tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga dari Sidoarjo, Gresik, hingga warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri.
Menurutnya, total kerugian seluruh korban diperkirakan mencapai Rp400 juta hingga Rp500 juta.
Sarah menjelaskan, penyedia jasa sebelumnya berjanji akan mengembalikan dana dalam waktu tiga hingga empat hari apabila gagal mendapatkan tiket. Namun, hingga dua pekan setelah proses war tiket yang berlangsung pada awal Juni 2026, uang para pelanggan belum juga dikembalikan.
Upaya mediasi yang sempat dilakukan juga tidak membuahkan hasil. Bahkan, komunikasi dengan pihak penyedia jasa disebut semakin sulit setelah grup percakapan ditutup dan pihak terkait tidak lagi dapat dihubungi.
Kasus ini kemudian dilaporkan kepada Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. Bersama sejumlah korban, Armuji mendatangi kantor Uniality Tour and Travel pada Senin (13/7/2026) untuk menindaklanjuti keluhan para penggemar BTS tersebut.





