Lambeturah.co.id - Kabar membanggakan datang dari Kanada. Politikus keturunan Tionghoa-Indonesia, Alvin Tedjo, terpilih sebagai Wali Kota Mississauga setelah mengungguli dua tokoh politik berpengalaman, yakni petahana Carolyn Parrish dan mantan wali kota Bonnie Crombie.
Berdasarkan laporan CBC dan Toronto Star, Tedjo meraih 74.479 suara atau 39,2 persen dalam pemilihan wali kota. Sementara itu, Parrish memperoleh 51.853 suara atau 27,3 persen, disusul Crombie dengan 43.191 suara atau 22,7 persen.
Kemenangan tersebut menjadi sorotan karena Tedjo berhasil mengungguli dua pesaing yang sebelumnya telah memiliki pengalaman memimpin kota tersebut.
Berawal dari Masa Kecil di Mississauga
Dikutip dari Toronto Star, Rabu (28/10/2026), Tedjo tumbuh besar di pusat kota Mississauga. Orang tuanya yang merupakan keturunan Tionghoa-Indonesia menetap di kota tersebut ketika Tedjo berusia empat tahun.
Sejak kecil, dia sudah akrab dengan lingkungan pemerintahan kota. Rumah tempatnya tinggal berada tepat di seberang balai kota, sehingga aktivitas pemerintahan menjadi bagian dari pemandangan sehari-harinya.
Ketertarikannya terhadap dunia politik mulai terlihat saat duduk di bangku sekolah menengah atas. Ketika itu, Tedjo pernah menjabat sebagai ketua pelajar sekaligus menjadi anggota komite penasihat pemuda untuk wali kota.
Pada pertengahan 1990-an, dia bertemu dengan Hazel McCallion, wali kota Mississauga kala itu. Pertemuan tersebut terjadi setelah Tedjo menerima penghargaan Young Citizen of the Year.
Dalam kesempatan itu, McCallion mendorongnya untuk terjun ke dunia politik. Tedjo kemudian mengenang pesan tersebut sebagai salah satu pengalaman yang membekas dalam perjalanan hidupnya.
Punya Pengalaman di Pemerintahan dan Pendidikan
Sebelum terpilih menjadi wali kota, Tedjo telah meniti karier di bidang pemerintahan, komunikasi, dan pendidikan tinggi.
Dia pernah bekerja sebagai penasihat sekaligus staf politik di Kementerian Perguruan Tinggi dan Universitas Ontario. Tedjo juga menghabiskan empat tahun menangani hubungan pemerintah di Sheridan College.
Setelah itu, dia memimpin bidang strategi dan komunikasi di Toronto Metropolitan University.
Karier politiknya di tingkat kota dimulai ketika terpilih sebagai anggota Dewan Kota Mississauga pada 2022. Dia juga pernah menjadi bagian dari Dewan Direksi Clarkson Village Business Improvement Area (BIA).
Di luar pemerintahan, Tedjo aktif dalam berbagai organisasi komunitas, termasuk asosiasi penduduk setempat, Rainbow Sauga Alliance, dan Ontario Coalition for Better Child Care.
Melalui berbagai peran tersebut, dia mendorong kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan keluarga, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kualitas pendidikan.
Sempat Diragukan karena Pengalaman
Meski diakui sebagai anggota dewan yang baik, Tedjo sempat mendapat keraguan dari dua pesaingnya dalam pemilihan wali kota.
Parrish dan Crombie menilai pengalaman Tedjo belum cukup untuk memimpin Mississauga. Namun, Tedjo menanggapi keraguan tersebut dengan percaya diri.
"Lihat saja nanti," ujar Tedjo menanggapi pandangan yang meragukan pengalamannya.
Pada usia 43 tahun, Tedjo menjadi salah satu figur politik yang menarik perhatian di Kanada. Perjalanannya menuju kursi wali kota menunjukkan bagaimana pengalaman di pemerintahan, pendidikan, dan komunitas menjadi bagian penting dari karier politiknya.
Latar Belakang Pendidikan Alvin Tedjo
Tedjo memiliki latar belakang pendidikan di bidang politik dan teknologi pembelajaran. Dia meraih gelar master dalam Desain Media Digital dari Harvard University serta sertifikat pascasarjana di bidang Desain dan Teknologi Pembelajaran.
Pendidikan sarjananya ditempuh di Queen's University dengan mengambil jurusan Ilmu Politik. Dia juga memperoleh Sertifikat Studi Internasional.
Perpaduan latar belakang pendidikan dan pengalaman profesional tersebut menjadi bekal Tedjo sebelum memimpin Mississauga.
Tinggal Bersama Keluarga di Clarkson
Mengutip situs resmi Pemerintah Kota Mississauga, Tedjo tinggal di kawasan Clarkson bersama istrinya, Rebecca, dan ketiga anak mereka.
Selama menjadi anggota dewan kota, dia berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendorong kepemimpinan yang modern, serta membangun masa depan kota yang lebih ramah lingkungan.
Kini, setelah memenangkan pemilihan wali kota, Tedjo menghadapi tanggung jawab yang lebih besar untuk mewujudkan agenda tersebut.
Kemenangannya sekaligus menempatkan politikus keturunan Tionghoa-Indonesia itu pada posisi penting dalam pemerintahan kota di Kanada.





