Lambeturah.co.id - Bencana alam menerjang wilayah Kabupaten Lampung Selatan pada Rabu (4/11/2026) pagi sekitar pukul 09.30 WIB. Angin puting beliung yang disertai hujan deras mengamuk di Desa Cintamulya, Kecamatan Candipuro, hingga membuat warga sekitar dan aktivitas sekolah setempat mencekam.
Fenomena cuaca ekstrem tersebut berdampak parah di dua wilayah pemukiman, yakni Dusun Cirebon dan Dusun Sindang Ayu. Sedikitnya 25 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dari kategori ringan hingga berat, bahkan satu rumah di antaranya ambruk total.
Suasana panik sempat mewarnai kawasan SDN 3 Cintamulya yang berlokasi di Dusun Cirebon. Dalam rekaman video yang beredar, puluhan siswa dan guru yang tengah beraktivitas di halaman sekolah terpaksa berkumpul dan bersiaga saat tiupan angin kencang menerbangkan berbagai material ke udara. Di dusun ini, sebanyak sembilan rumah warga di sekitar area sekolah mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap.
Sementara itu, dampak paling parah terjadi di Dusun Sindang Ayu dengan total 16 rumah terdampak. Rumah milik Legiran di RT 19 RW 7 dilaporkan roboh total akibat tak kuat menahan terjang angin. Selain itu, rumah milik Nurhabib (RT 21 RW 7) serta Rohmat dan Yudo (RT 13 RW 5) juga mengalami atap terbongkar.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa naas tersebut.
Pasca kejadian, aksi tanggap cepat dan gotong royong langsung dilakukan oleh masyarakat setempat bersama aparat gabungan. Kapolsek Candipuro IPTU Ali Humaeni, S.H., M.M., hadir langsung di lokasi bencana bersama petugas UPT Puskesmas Candipuro dan aparatur Desa Cintamulya untuk memimpin penanganan dampak serta pendataan kerusakan.
"Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga sebagai wujud kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya saat warga menghadapi musibah seperti ini," ujar IPTU Ali Humaeni di lokasi.
Hingga saat ini, warga bersama jajaran pemerintah kecamatan dan pihak kepolisian masih terus membersihkan puing-puing material bangunan sambil tetap bersiaga mengantisipasi potensi cuaca buruk susulan.





