Lambeturah.co.id - Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak hanya dialami oleh siswa sekolah. Sejumlah tenaga kependidikan, ibu hamil, hingga ibu menyusui juga dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan MBG.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo, RR Susilaningsih, mengatakan hingga Selasa (21/7/2026) pukul 09.30 WIB, tercatat sebanyak 105 orang mengalami sakit.

"Jumlah yang sakit ada 105. Itu terdiri dari 98 siswa, 4 tendik, 1 bumil, dan 2 ibu menyusui," ujar Susilaningsih saat dikonfirmasi awak media, Selasa (21/7/2026).

Menurut Susilaningsih, adanya ibu hamil dan ibu menyusui yang terdampak dalam kasus ini berkaitan dengan cakupan penerima manfaat program MBG. Layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak hanya diberikan kepada anak-anak sekolah, tetapi juga menyasar kelompok penerima manfaat lainnya.

Meski terdapat satu ibu hamil yang diduga mengalami keracunan, Dinkes Kulon Progo memastikan kondisi para pasien secara umum tidak menunjukkan gejala berat.

"Dari hasil pemeriksaan belum perlu dilakukan pemberian cairan intravena. Jadi dari penilaian berarti belum ada dehidrasi yang sedang sampai berat," jelasnya.

Dinkes juga masih memantau kondisi ibu hamil tersebut. Hingga kini, pihaknya belum mendapatkan informasi secara pasti mengenai usia kehamilan pasien sehingga potensi dampak terhadap kehamilan masih terus menjadi perhatian.

Sementara itu, penyebab pasti dugaan keracunan MBG tersebut masih dalam proses penelusuran. Sejumlah faktor tengah diperiksa, mulai dari jeda waktu yang cukup panjang antara makanan selesai dimasak hingga dikonsumsi, kemungkinan terjadinya kontaminasi silang selama proses pengolahan, hingga penerapan standar kebersihan oleh petugas.

Berdasarkan rekaman CCTV yang diperiksa, petugas juga diduga ditemukan tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) saat melakukan proses pengolahan makanan.

Dinkes bersama pihak terkait masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kejadian serta memastikan keamanan makanan dalam program MBG agar kasus serupa tidak kembali terjadi.