Lambeturah.co.id – Seorang siswa kelas X SMA Negeri 1 Gorontalo bernama Nurdin Dali menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh 21 siswa, termasuk teman seangkatan dan kakak kelasnya.
Peristiwa tersebut terjadi di lingkungan sekolah pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 12.15 WITA.
Kejadian itu berlangsung di aula lapangan SMA Negeri 1 Gorontalo, Jalan M.T. Haryono, Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo. Insiden bermula ketika korban berkeliling kelas untuk meminta sumbangan bagi kegiatan tim bola voli sekolah melalui sistem pembayaran QRIS.
Pembina OSIS SMA Negeri 1 Gorontalo, Suryono J. Paris, menjelaskan bahwa situasi memanas setelah korban berinteraksi dengan seorang siswa kelas XII yang merasa tersinggung karena tatapan korban.
"Saat itu jalan kelas-kelas ada menyampaikan kegiatan permintaan sumbangan tim volleyball melalui QRIS satu rupiah itu," ujar Pembina OSIS SMA Negeri 1 Gorontalo Suryono J. Paris, dikutip pada Kamis (22/10/2026).
Perselisihan tersebut kemudian berlanjut menjadi adu mulut. Sejumlah siswa lain diduga ikut terlibat hingga terjadi pengeroyokan terhadap korban di area aula sekolah.
Menurut pendataan pihak sekolah, terdapat 21 siswa dari kelas X, XI, dan XII yang diduga terlibat dalam aksi pemukulan tersebut. Rinciannya terdiri atas sembilan siswa kelas XII, tujuh siswa kelas XI, dan lima siswa kelas X.
Peristiwa ini menjadi perhatian setelah video pengeroyokan beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, sejumlah siswa terlihat terlibat dalam aksi kekerasan sebelum guru datang untuk melerai dan memisahkan mereka.
Ibu korban, Herlina Dali, mengaku terpukul setelah mengetahui anaknya menjadi korban pengeroyokan. Ia bersama keluarga telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kota Timur pada Senin (19/10/2026).
Pihak sekolah juga telah memberikan sanksi disiplin berupa skorsing sementara selama dua pekan kepada 21 siswa yang diduga terlibat. Sekolah menyatakan proses penanganan kasus tetap berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku.





