Lambeturah.co.id - Tragedi kemanusiaan kembali mengguncang transportasi perkeretaapian di Spanyol. Sedikitnya 10 orang dilaporkan tewas setelah dua kereta cepat berpenumpang bertabrakan di Provinsi Toledo, kawasan Spanyol Tengah, pada Rabu pagi.
Juru bicara pemerintah daerah Castilla La Mancha, Esther Padilla, mengonfirmasi jumlah korban jiwa tersebut kepada media lokal CMM Noticias. Menurutnya, salah satu kereta mengangkut 146 penumpang beserta satu bayi, sementara kereta lainnya membawa 397 penumpang saat insiden terjadi.
Pengelola infrastruktur perkeretaapian Spanyol, ADIF, menjelaskan bahwa kecelakaan melibatkan kereta milik perusahaan negara Renfe dan operator swasta Iryo. Benturan keras terjadi di area antara kota Mora, Orgaz, dan Urda.
Kedua kereta berada di rute yang menghubungkan ibu kota Spanyol, Madrid, menuju Seville di provinsi selatan Andalusia. Akibat insiden fatal ini, pihak berwenang terpaksa menghentikan sementara seluruh operasional jalur kereta cepat yang menghubungkan wilayah Madrid dengan Andalusia.
Perdana Menteri Spanyol Mengaku Syok
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, menyampaikan duka mendalam dan menyebut kecelakaan ini sebagai insiden yang sangat serius.
"Saya sangat terkejut dengan kecelakaan kereta yang serius di Toledo. Simpati, solidaritas, dan dukungan penuh saya sampaikan kepada seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan," tulis Sánchez melalui unggahannya di platform X (sebelumnya Twitter).
Ia menuturkan bahwa tim darurat dan penyelamat telah dikerahkan penuh ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi para korban. Pemerintah daerah setempat juga melengkapi fasilitas darurat guna menampung para korban luka.
Ucapan duka cita turut mengalir dari klub-klub sepak bola papan atas Spanyol, seperti Real Madrid, FC Barcelona, dan Atlético Madrid, yang secara resmi menyampaikan pesan solidaritas bagi keluarga korban serta mendoakan kesembuhan bagi penumpang yang terluka.
Bencana Kereta Api Ketiga di Spanyol Tahun Ini
Kecelakaan di Toledo ini mencatatkan rekor kelam sebagai bencana kereta api ketiga yang melanda Spanyol sepanjang tahun ini.
Pada Januari lalu, tabrakan dua kereta cepat di dekat Adamuz, Provinsi Córdoba, merenggut lebih dari 40 nyawa setelah bagian belakang salah satu kereta anjlok dan masuk ke jalur berlawanan. Insiden tersebut sempat memicu aksi mogok kerja berskala nasional dari para masinis yang menuntut peningkatan standar keselamatan.
Hanya berselang beberapa hari setelah tragedi Adamuz, sebuah kereta komuter di dekat Barcelona juga mengalami anjlok akibat hujan deras yang menewaskan sang masinis dan melukai ribuan penumpang.
Hingga saat ini, otoritas terkait masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan di Toledo tersebut. Penanganan evakuasi serta pendataan jumlah korban luka masih berjalan di lokasi kejadian.





