Lambeturah.co.id - Tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR) kembali menjadi perhatian. Pengelola mendorong adanya penyesuaian tarif untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan sekaligus kesejahteraan satwa.

Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, mengatakan usulan penyesuaian tarif sebenarnya telah beberapa kali dibahas dalam beberapa tahun terakhir. Namun, hingga kini belum ada penetapan mengenai perubahan tarif tersebut.

"Usulan penyesuaian tarif sebenarnya telah beberapa kali dibahas dalam beberapa tahun terakhir, tetapi hingga saat ini belum ditetapkan," kata Wahyudi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Menurut Wahyudi, penyesuaian tarif diperlukan seiring meningkatnya kebutuhan pengelolaan Taman Margasatwa Ragunan. Terlebih, tarif masuk yang berlaku saat ini disebut telah bertahan selama lebih dari 20 tahun.

Sementara itu, kebutuhan untuk pemeliharaan dan perawatan satwa, pemenuhan standar kesejahteraan hewan, hingga perawatan fasilitas dan pengembangan sarana prasarana terus meningkat.

Wahyudi menegaskan, penyesuaian tarif bukan hanya berkaitan dengan kenaikan biaya yang harus dibayarkan pengunjung. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Ragunan.

"Penyesuaian tarif bukan semata-mata mengenai kenaikan biaya bagi pengunjung, tetapi diharapkan menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Taman Margasatwa Ragunan," ujarnya.

Jika pendapatan meningkat, pengelola memastikan pemanfaatannya tetap mengikuti ketentuan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) serta peraturan perundang-undangan.

Salah satu fokus utama adalah meningkatkan kesejahteraan satwa. Hal tersebut meliputi pemenuhan kebutuhan pakan dan nutrisi, pelayanan kesehatan, perawatan, pengayaan perilaku atau enrichment, serta peningkatan kualitas habitat dan lingkungan satwa.

Selain itu, peningkatan kualitas juga akan diarahkan pada fasilitas, sarana, dan prasarana pelayanan bagi masyarakat. Dengan demikian, pengunjung diharapkan mendapatkan pengalaman yang lebih aman, nyaman, edukatif, inklusif, dan berkualitas.

Pengelola berharap Taman Margasatwa Ragunan dapat terus berkembang menjadi lembaga konservasi yang modern dan profesional serta mampu memenuhi standar pengelolaan kebun binatang bertaraf internasional.

Sementara itu, Komisi C DPRD DKI Jakarta berencana melakukan penyesuaian tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan menjadi Rp10.000.

Besaran tersebut dinilai masih rasional dan relatif terjangkau bagi masyarakat jika dibandingkan dengan sejumlah destinasi wisata lain di Jakarta, seperti Ancol dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Meski demikian, penyesuaian tarif tersebut masih merupakan usulan dan belum menjadi tarif resmi yang berlaku di Taman Margasatwa Ragunan.