Lambeturah.co.id - TNI Angkatan Laut (TNI AL) menegaskan kegiatan bersama Angkatan Laut China yang direncanakan berlangsung di perairan sebelah timur Taiwan bukan merupakan latihan perang atau war fighting. Kegiatan tersebut merupakan passing exercise, yakni tradisi interaksi antarangkatan laut dalam pelayaran internasional.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan passing exercise merupakan kegiatan yang lazim dilakukan oleh kapal perang ketika melintas di wilayah perairan suatu negara.
“Passing exercise yang dilaksanakan bukan bersifat war fighting, tetapi sebagai tradisi navy secara universal apabila melintas wilayah perairan suatu negara,” kata Tunggul.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komunikasi dan diplomasi maritim yang dilakukan antarangkatan laut. Interaksi tersebut juga mencerminkan hubungan profesional dan persaudaraan antarpelaut.
“Hal itu dilakukan sebagai wujud persaudaraan antarangkatan laut dan diplomasi maritim yang melekat pada kapal perang,” ujarnya.
KRI I Gusti Ngurah Rai Pulang dari Rusia
Passing exercise dengan Angkatan Laut China tersebut merupakan bagian dari perjalanan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan Latihan Bersama ORRUDA 2026 di Vladivostok, Rusia.
Dalam perjalanan menuju Tanah Air, kapal perang TNI AL itu dijadwalkan melakukan sejumlah passing exercise dengan angkatan laut negara-negara yang wilayahnya dilintasi.
“Selama perjalanan lintas laut KRI I Gusti Ngurah Rai 332 dari Vladivostok, Rusia, sampai kembali ke Tanah Air akan melaksanakan latihan passing exercise dengan negara-negara yang akan dilewati,” jelas Tunggul.
Dengan demikian, interaksi dengan Angkatan Laut China merupakan bagian dari rangkaian kegiatan selama pelayaran KRI I Gusti Ngurah Rai-332 menuju Indonesia.
Rencana Kegiatan Disorot Taiwan
Rencana passing exercise tersebut mendapat perhatian dari Taiwan karena lokasinya berada di kawasan perairan sebelah timur Taiwan. Sorotan muncul setelah adanya pemberitaan mengenai rencana interaksi antara KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dan kapal Angkatan Laut China.
TNI AL menegaskan kegiatan tersebut tidak dirancang sebagai simulasi pertempuran maupun latihan peperangan. Passing exercise merupakan tradisi yang umum dilakukan antarangkatan laut dalam pelayaran internasional.
Kegiatan itu juga menjadi bagian dari komunikasi antarkapal, naval brotherhood, serta diplomasi maritim Indonesia.
TNI AL menegaskan diplomasi maritim tetap dijalankan dalam kerangka hubungan profesional antarangkatan laut selama pelayaran internasional. Dengan demikian, kegiatan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 bersama Angkatan Laut China merupakan passing exercise, bukan latihan perang.





