Lambeturah.co.id - Keluarga konglomerat Hartono mencatat salah satu pengalihan kekayaan terbesar di Asia dalam beberapa tahun terakhir setelah meninggalnya Michael Bambang Hartono pada Maret 2026.

Michael Hartono yang meninggal dunia di usia 86 tahun diketahui meninggalkan kepemilikan saham yang kemudian diwariskan kepada empat anaknya.

Mengutip The Straits Times dan The Star yang melansir Bloomberg, berdasarkan dokumen resmi pemerintah, sebanyak 49 persen kepemilikan Michael di PT Dwimuria Investama Andalan (DIA) telah dibagi rata kepada empat ahli warisnya.

Masing-masing ahli waris menerima saham dengan nilai setidaknya US$2,93 miliar atau sekitar Rp52,38 triliun dengan asumsi kurs Rp17.879 per dolar AS.

Nilai warisan tersebut berasal dari kepemilikan PT DIA di sejumlah perusahaan, termasuk PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Berdasarkan nilai kepemilikan PT DIA di BCA, saham yang sebelumnya menjadi bagian Michael Hartono diperkirakan bernilai sekitar Rp200 triliun per 13 Agustus 2026.

Selain BCA, PT DIA juga memiliki 19,95 persen saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Nilai kepemilikan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp4,6 triliun, sehingga porsi Michael di perusahaan tersebut bernilai sekitar Rp2,25 triliun.

Kekayaan keluarga Hartono sendiri tidak hanya berasal dari sektor perbankan. Kerajaan bisnis keluarga tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari industri rokok, pusat perbelanjaan hingga perkebunan.

Salah satu bisnis yang paling dikenal adalah Djarum, produsen rokok kretek yang menjadi salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia.

Menurut Forbes, total kekayaan bersih keluarga Hartono mencapai US$43,8 miliar pada akhir 2025. Angka tersebut membuat keluarga Hartono tercatat sebagai keluarga terkaya di Indonesia.

Kekayaan Robert Budi Hartono dan mendiang Michael Bambang Hartono berkembang pesat setelah keduanya meneruskan bisnis rokok yang diwariskan ayah mereka dan kemudian melakukan ekspansi ke sektor keuangan.

Robert Hartono Kini Jadi Pengendali Terakhir BCA

Pasca meninggalnya Michael Hartono, struktur pengendalian BCA juga mengalami perubahan.

Dalam keterbukaan informasi, BCA menyampaikan bahwa Robert Budi Hartono kini menjadi pemegang saham pengendali PT DIA, yang merupakan pemegang saham pengendali terakhir BCA.

Persentase kepemilikan Robert di PT DIA tidak mengalami perubahan, yakni tetap sebesar 51 persen dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan.

"Dengan demikian Pemegang Saham Pengendali Terakhir Perseroan menjadi Bapak Robert Budi Hartono," kata Corporate Secretary BCA Rudy Budiardjo dalam keterbukaan informasi yang dikutip Kamis (13/8/2026).

BCA juga menyampaikan telah menerima surat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 29 Juli 2026 mengenai struktur kepemilikan akhir.

Melalui surat tersebut, OJK menginformasikan bahwa perubahan struktur kepemilikan akhir BCA telah dicatat dalam administrasi pengawasan.

Dengan perubahan tersebut, Robert Budi Hartono secara resmi tercatat sebagai Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) BCA.