Lambeturah.co.id - Tim SAR gabungan terus mengintensifkan pencarian terhadap 27 penumpang KM Nurul Salsa yang masih dinyatakan hilang setelah kapal tersebut tenggelam di perairan Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Memasuki hari ketiga operasi pencarian pada Jumat (17/7), Basarnas Makassar menambah kekuatan dengan melibatkan unsur TNI Angkatan Udara. Sebuah pesawat Boeing B737-200 milik Lanud Sultan Hasanuddin diterjunkan untuk melakukan penyisiran dari udara guna memperluas area pencarian.
Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan selain pesawat TNI AU, KN SAR Kamajaya juga dikerahkan untuk memperkuat operasi penyelamatan.
"Pada hari ketiga operasi, kami menambah kekuatan SAR dengan mengerahkan KN SAR Kamajaya dan pesawat Boeing B737-200 dari Lanud Sultan Hasanuddin," ujar Arif dalam keterangannya.
KN SAR Kamajaya membawa 32 personel dan bertugas menyisir Sektor II dengan cakupan area sekitar 90 nautical mile persegi (nm²) di perairan Selayar.
Sementara itu, pesawat Boeing B737-200 yang mengangkut 17 personel melakukan pemantauan udara di sekitar lokasi tenggelamnya kapal guna memperluas jangkauan pencarian.
Di sektor lainnya, KRI Marlin 877 tetap melanjutkan operasi di Sektor I dengan area pencarian seluas 102 nm² sesuai perencanaan Search and Rescue Planning (SARMAP).
Menurut Arif, pembagian wilayah pencarian dilakukan berdasarkan analisis SARMAP agar seluruh area yang berpotensi menjadi lokasi korban dapat disisir secara maksimal, baik melalui jalur laut maupun udara.
Operasi SAR hari ketiga difokuskan pada penyisiran permukaan laut dan pemantauan udara di sekitar lokasi tenggelamnya KM Nurul Salsa, termasuk wilayah yang diperkirakan menjadi arah hanyut korban berdasarkan kondisi arus, angin, dan cuaca.
Basarnas berharap kolaborasi seluruh unsur yang terlibat dapat mempercepat proses pencarian terhadap para korban yang masih belum ditemukan.
Sebelumnya, KM Nurul Salsa dilaporkan mengalami gangguan mesin sebelum akhirnya diterjang gelombang tinggi dan tenggelam di perairan Kepulauan Selayar pada Kamis (16/7) dini hari.





