Lambeturah.co.id - Suasana hangat terlihat di tengah pengungsian warga terdampak gempa di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Prajurit TNI tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan logistik, tetapi juga menghadirkan hiburan dan kegiatan trauma healing untuk membantu warga, terutama anak-anak, mengurangi rasa cemas pascagempa.

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Mayonif TP 834/MW pada malam hari. Warga berkumpul bersama prajurit di bawah tenda darurat sambil menikmati makanan siap saji dan mengikuti hiburan sederhana.

Dengan dukungan jaringan internet Starlink, masyarakat diajak menyaksikan tayangan melalui layar tancap. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan suasana lebih rileks sekaligus membantu memulihkan kondisi psikologis warga yang masih dihantui kekhawatiran terhadap gempa susulan.

Kebersamaan antara prajurit dan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Para prajurit tidak hanya menjalankan tugas pendistribusian bantuan, tetapi juga berinteraksi dan mendampingi warga selama berada di lokasi pengungsian.

Sementara itu, Posko Penanggulangan Bencana Yonif TP 834/MW terus disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. Sejumlah tenda dan velbed telah tersedia untuk menunjang kebutuhan warga selama berada di pengungsian.

Logistik bantuan dari Kementerian Pertahanan juga mulai disalurkan kepada masyarakat. Selain kebutuhan pokok, mesin reverse osmosis (RO) bantuan Kemhan tengah dipasang agar nantinya warga dapat memperoleh air siap minum langsung di lokasi pengungsian.

Upaya tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan sosial masyarakat.

Di tengah situasi sulit pascagempa, kehadiran TNI bersama warga di lokasi pengungsian diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus menguatkan semangat masyarakat untuk melewati masa pemulihan.