Lambeturah.co.id - Pemerintah mulai menghitung kebutuhan anggaran untuk mewujudkan rencana menggratiskan biaya pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN).

Hal tersebut merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menyampaikan bahwa pendidikan di sekolah negeri hingga perguruan tinggi negeri harus dapat diakses secara gratis. Prabowo juga berencana membahas kebijakan tersebut dalam rapat terbatas.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan pihaknya telah melakukan kalkulasi mengenai kebutuhan anggaran apabila seluruh PTN digratiskan.

"Terkait dengan kebutuhan anggaran untuk menggratiskan seluruh PTN, kami sudah menghitung itu nilainya Rp 93.742.969.840.000," kata Brian dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, dikutip dari siaran TVR Parlemen.

Menurut Brian, perhitungan tersebut mencakup biaya pendidikan bagi sekitar 2.833.169 mahasiswa yang menempuh pendidikan di PTN vokasi maupun akademik.

Jumlah mahasiswa yang masuk dalam kalkulasi itu berasal dari jenjang D3, D4, hingga S1.

Brian mengatakan angka tersebut selanjutnya akan dibawa dalam pembahasan bersama Presiden Prabowo. Pemerintah juga masih mempertimbangkan sejumlah skenario, termasuk kemungkinan penerapan kebijakan secara bertahap.

"Ini akan kami bawa kepada rapat bersama Pak Presiden nanti seperti apa, meskipun memang ada skenario-skenario untuk tahapan dan seterusnya," ujar Brian.

 Anggaran Pendidikan Gratis SD-SMP hingga PTN

Kebutuhan anggaran pendidikan gratis tidak hanya berasal dari jenjang perguruan tinggi. Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati menyebut anggaran yang diperlukan untuk membebaskan biaya pendidikan SD dan SMP negeri juga mencapai lebih dari Rp 300 triliun.

Pernyataan tersebut disampaikan Esti dalam rapat kerja bersama Kemdiktisaintek pada Senin (21/9/2026).

Esti mengatakan Komisi X DPR mendukung komitmen Presiden Prabowo untuk membebaskan biaya pendidikan pada sekolah negeri, mulai dari jenjang SD hingga perguruan tinggi.

"Kalau di Dikdasmen, SD-SMP gratis itu Rp 300 triliun lebih. Rp 300 triliun lebih itu total," kata Esti dalam rapat tersebut.

Menurut dia, kebutuhan anggaran yang besar membuat pemerintah perlu melakukan perhitungan secara matang dan mempertimbangkan penerapan kebijakan secara bertahap.

"Saya kira ini juga menjadi sebuah hal yang memang harus diperhitungkan dengan cermat oleh Dikti yang kemudian kita bisa melakukan secara bertahap," lanjut Esti.

Dengan demikian, jika kebutuhan anggaran untuk pendidikan SD-SMP negeri yang disebut mencapai lebih dari Rp 300 triliun digabungkan dengan kebutuhan anggaran untuk menggratiskan PTN sebesar Rp 93,7 triliun, total kebutuhan anggaran pendidikan gratis dari SD hingga perguruan tinggi berada di kisaran Rp 393,7 triliun.