Lambeturah.co.id - Tradisi saweran di kalangan masyarakat Sunda Brebes adalah ritual melempar uang koin, beras, permen, deterejen sachetan atau benda kecil lainnya, biasanya dilakukan saat pernikahan atau syukuran dan biasanya yang menyebatkan saweran diatas genteng rumah.

Ritual ini melambangkan rasa syukur, berbagi kebahagiaan, dan sedekah dari pemilik hajat kepada tamu undangan, sekaligus menjadi ajang memeriahkan suasana.

Waktu Pelaksanaan Umumnya dilakukan setelah akad nikah atau saat resepsi pernikahan adat Sunda.

Isi Saweran berupa uang,uang Koin, beras (simbol kemakmuran), permen manis, kunyit, dan kadang makanan ringan,detergen,pewangi dll.

Filosofinya Selain sebagai sedekah, saweran bermakna doa agar pasangan pengantin mendapatkan rezeki berlimpah dan berbagi kepada sesama di kemudian hari.

Masyarakat sering berebut koin dan barang yang dilempar, yang dipercaya membawa keberuntungan.

Tradisi ini umum dilakukan di wilayah Brebes bagian barat/selatan yang kental budaya Sundanya, seperti di Kecamatan Bantarkawung, Banjarharjo, Salem, Kersana, Ketanggungan dan beberapa sebagian kecamatan lainnya.

Tradisi ini tetap lestari sebagai bentuk kebaikan, fleksibilitas masyarakat adat, dan ungkapan kegembiraan.