Lambeturah.co.id — Seorang pegawai Badan Gizi Nasional (BGN) meminta maaf setelah pernyataannya yang menyindir korban program Makan Bergizi Gratis (MBG) ramai diperbincangkan di media sosial.

Pernyataan tersebut sebelumnya menjadi sorotan setelah dinilai menyudutkan korban yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dalam program MBG. Unggahan yang beredar luas itu kemudian memicu beragam respons dari masyarakat.

Pegawai BGN tersebut akhirnya menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya. Ia mengakui bahwa ucapan yang disampaikan telah menimbulkan polemik dan meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan atau tersinggung.

Permintaan maaf itu disampaikan setelah potongan pernyataannya menyebar luas di berbagai platform media sosial.

Peristiwa tersebut juga kembali memunculkan perhatian publik terhadap komunikasi para pejabat dan pegawai pemerintah dalam menanggapi laporan maupun keluhan masyarakat terkait pelaksanaan program MBG.

BGN sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan program MBG sebelumnya telah menghadapi berbagai sorotan terkait pelaksanaan program di sejumlah daerah.

Keluhan mengenai makanan maupun dugaan gangguan kesehatan menjadi bagian dari perhatian publik terhadap program tersebut.

Meski demikian, penyebab setiap kejadian yang dikaitkan dengan konsumsi makanan MBG perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan investigasi yang sesuai.

Dengan demikian, kesimpulan mengenai penyebab gangguan kesehatan tidak semata-mata didasarkan pada informasi yang beredar di media sosial.

Permintaan maaf pegawai BGN tersebut menjadi penutup sementara atas polemik pernyataan yang viral. Publik kini menantikan penanganan setiap laporan terkait MBG secara transparan serta komunikasi yang lebih hati-hati dari pihak penyelenggara program.