Lambeturah.co.id — Pelaksanaan ajang lari tahunan Jakarta Marathon (Jakim) 2026 pada Minggu (14/6/2026) kemarin diwarnai oleh aksi unik sekaligus kontroversial. Sebuah poster bergambar wajah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sengaja diletakkan di tengah lintasan lari dan berakhir menjadi sasaran injakan kaki para peserta.

Berdasarkan potongan video yang beredar luas di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Threads @malvalliyah seperti yang terlihat pada gambar, poster yang bertabaran di atas aspal jalanan yang dilewati pelari. Poster tersebut dilengkapi dengan tulisan "SLAP HERE FOR ENERGY BOOST" di bagian atas dan bawah gambar wajah sang menteri. Dalam visual tersebut, tampak jelas teks tambahan "INJEK BAHLL"* yang disematkan oleh pengunggah video, memperlihatkan momen ketika kaki para peserta maraton bergantian melindas poster tersebut saat melintas.

Insiden ini mendadak viral dan memicu gelombang diskusi panas di kalangan netizen. Ruang publik digital terbelah menjadi dua kubu dalam merespons aksi yang diduga kuat sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah ini.

• Sisi Pro: Sebagian netizen menilai aksi ini sebagai bentuk ekspresi dan aspirasi politik yang valid, kreatif, serta memanfaatkan momentum massa untuk menarik perhatian publik.

• Sisi Kontra: Di sisi lain, tidak sedikit warga net yang menyayangkan insiden tersebut. Mereka menilai ajang olahraga bergengsi

seperti Jakarta Marathon seharusnya tetap steril dari panggung demonstrasi atau gesekan politik.

Hingga berita ini diturunkan, identitas oknum atau kelompok yang sengaja memasang poster Menteri ESDM di tengah rute lari tersebut masih misterius. Belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab, dan latar belakang kebijakan spesifik apa yang tengah dikritik melalui aksi "injak poster" ini juga belum teridentifikasi secara pasti.

Ajang Jakarta Marathon yang sejatinya menjadi pesta olahraga bagi para pencinta lari kini menyisakan cerita lain di luar jalur prestasi, sekaligus menjadi pengingat bagaimana ruang publik dan event besar kerap diadopsi menjadi media penyampaian pesan sosial-politik.