Lambeturah.co.id – Sebuah video yang memperlihatkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berjalan melewati sebuah pusat perbelanjaan di kawasan KCIC Padalarang, Jawa Barat, menjadi perbincangan di media sosial.
Momen tersebut menarik perhatian publik lantaran suasana di sekitar Presiden terlihat relatif biasa saja. Tidak tampak kerumunan warga yang berdesakan untuk bersalaman, menyapa, ataupun meminta foto bersama ketika Prabowo melintas bersama sejumlah pengawal.
Sebagaimana dikutip dari berita yang beredar, Sabtu (31/10/2026), video tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan setelah diunggah dan disebarluaskan tertulis narasi, "Presiden Lewat di Depan Rakyat, Tapi Kok Nggak Ada yang Nyamperin?"
Video itu memperlihatkan Prabowo keluar dari area lift dengan didampingi sejumlah pengawal dan rombongan. Presiden tampak berjalan melewati area pusat perbelanjaan tanpa terlihat adanya kerumunan masyarakat yang mencolok.
Pemandangan tersebut kemudian memunculkan berbagai tanggapan dari warganet karena dianggap berbeda dari sejumlah momen ketika Presiden berada di tengah masyarakat.
Selain suasana yang relatif sepi, perhatian warganet juga tertuju pada seorang perempuan yang terlihat mengenakan pakaian berwarna pink dan membawa tas.
Dalam rekaman tersebut, perempuan itu tampak tetap fokus dengan telepon genggamnya ketika Presiden Prabowo melintas bersama rombongan pengawal.
Momen tersebut kemudian menjadi bahan candaan di media sosial. Bahkan, tulisan yang disematkan dalam video berbunyi, "When Presiden Lewat Beserta Pengawalnya Mbak Tas Baju Pink Gokil Tetep Fokus HP."
Sebagian pengguna media sosial menganggap kejadian tersebut sebagai pemandangan yang tidak biasa. Kehadiran seorang kepala negara di ruang publik umumnya kerap menarik perhatian masyarakat, tetapi dalam potongan video tersebut suasananya terlihat berbeda.
Beredarnya video tersebut memunculkan berbagai interpretasi di kalangan pengguna media sosial.
Ada yang menyoroti minimnya respons masyarakat ketika Presiden melintas, sementara sebagian lainnya justru menganggap situasi tersebut sebagai hal biasa dalam kehidupan sehari-hari.
Perbincangan juga berkembang mengenai bagaimana seharusnya masyarakat berinteraksi dengan pejabat negara di ruang publik.
Sebagian warganet berpandangan bahwa pejabat negara merupakan pelayan masyarakat sehingga tidak harus selalu diperlakukan seperti selebritas yang dikerumuni ketika berada di tempat umum.
Namun, ada pula yang mengingatkan bahwa satu potongan video tidak cukup untuk menggambarkan sikap atau pandangan masyarakat secara keseluruhan terhadap Presiden.
Dalam perjalanan kembali ke Jakarta, Prabowo menggunakan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Setibanya di Stasiun Halim, Jakarta Timur, Presiden justru disambut sejumlah warga yang berada di sekitar stasiun.
Prabowo terlihat menyapa masyarakat, bersalaman, serta melayani permintaan foto bersama.
Perbedaan suasana dalam dua momen tersebut menjadi perhatian tersendiri. Di satu lokasi, Presiden terlihat melintas tanpa kerumunan warga yang mencolok, sedangkan di lokasi lainnya masyarakat menyambut dan berinteraksi langsung dengannya.





