Lambeturah.co.id - Aksi sejumlah pelari yang tergabung dalam tren "pelari kalcer" di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, mendadak viral dan menuai kecaman keras dari warganet. Pasalnya, fenomena lari yang sedang digandrungi anak muda ini diwarnai aksi berbahaya, yakni nekat menyeberang jalan raya di jalur cepat tanpa memerhatikan keselamatan.

Berdasarkan unggahan yang ramai diperbincangkan di platform Threads, aksi sembrono tersebut tidak hanya mengancam keselamatan para pelari itu sendiri, tetapi juga memicu kemarahan para pengendara kendaraan bermotor. Banyak pengemudi mobil dan motor yang terpaksa melakukan rem mendadak karena para pelari tiba-rata menyeberang di tempat yang tidak semestinya.

Padahal, fasilitas penyeberangan resmi di kawasan Sudirman sudah tersedia sangat lengkap dan mudah diakses. Para pebisnis atau pegiat lari bisa memanfaatkan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang modern atau langsung turun melalui akses stasiun MRT terdekat.

"Mohon untuk para pelari, kalau nyebrang di daerah Sudirman gunakan tempat yang sudah disediakan.. di dekat tempat kalian nyebrang itu ada JPO yang sangat mudah diakses atau kalau ga mau lewat JPO bisa lewat stasiun MRT. Sangat bahaya bagi pengendara yang berlalu lalang," tulis salah satu kreator konten yang membagikan video peringatan tersebut melalui akun Threads `@tiarafarchana`.

Imbauan Tegas Demi Keselamatan Bersama

Melihat maraknya aksi nekat ini, berbagai pihak mendesak para komunitas lari untuk lebih bijak dan mengutamakan keselamatan. Olahraga memang penting untuk menjaga kesehatan, namun mengabaikan aturan lalu lintas justru dapat berujung pada musibah fatal, baik bagi pelari maupun pengguna jalan lainnya.

Gunakan Fasilitas Resmi: Selalu manfaatkan JPO atau terowongan dan stasiun MRT untuk menyeberang jalan protokol.

Hindari Jalur Cepat: Jalan Jenderal Sudirman memiliki volume kendaraan yang padat dengan laju kecepatan tinggi, sehingga sangat berbahaya jika dijadikan tempat penyeberangan liar.

Edukasi Komunitas: Aksi viral ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh pegiat olahraga malam atau akhir pekan agar tidak egois dan tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Video edukasi ini diharapkan bisa membuka mata para "pelari kalcer" agar tidak lagi mengulang aksi berbahaya demi konten semata, serta mengembalikan esensi olahraga yang sehat dan aman.

Bagaimana pendapat Anda mengenai maraknya aksi pelari yang mengabaikan aturan lalu lintas ini?