Lambeturah.co.id — Seorang warga di wilayah Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, memprotes petugas PLN yang melakukan pemangkasan dahan pohon di sekitar jaringan listrik. Warga tersebut menyoroti dahan dan ranting hasil pemangkasan yang disebut dibuang ke aliran sungai.

Dalam video yang beredar, warga tampak mempertanyakan tindakan petugas lapangan yang membersihkan dahan pohon karena berpotensi mengganggu jaringan listrik, namun material hasil pemangkasan justru dikhawatirkan masuk atau menumpuk di saluran air.

Warga menilai persoalan tersebut tidak semestinya berhenti pada pemangkasan pohon. Menurutnya, dahan yang telah dipotong harus ditangani dan dibersihkan dengan baik agar tidak menjadi masalah baru bagi lingkungan.

“Kalau memang dipangkas karena mengganggu kabel listrik, jangan kemudian dibuang sembarangan. Ini kan bisa menghambat aliran air,” menjadi inti keberatan warga dalam rekaman tersebut.

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Tumpukan ranting, kayu, sampah, maupun material lain yang terbawa ke aliran sungai dapat tersangkut di bagian tertentu dan menghambat arus air. Kondisi tersebut berpotensi memperburuk genangan ketika debit air meningkat.

Terlebih, persoalan banjir memang menjadi salah satu perhatian di wilayah Rengasdengklok. Pemerintah Kabupaten Karawang sebelumnya mencatat persoalan banjir sebagai salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat Rengasdengklok.

Kondisi aliran sungai di kawasan tersebut juga menjadi perhatian. Pada Agustus 2026, misalnya, terdapat laporan mengenai tumpukan eceng gondok dan sampah yang menutupi sebagian aliran sungai di Rengasdengklok sehingga warga khawatir terhadap potensi banjir.

Dalam rekaman tersebut, warga juga mempertanyakan kebiasaan penanganan dahan hasil pemangkasan. Ia menekankan agar petugas lapangan tidak sekadar menyelesaikan pekerjaan pemotongan pohon, tetapi juga memastikan sisa dahan diangkut dan ditempatkan di lokasi yang semestinya.

Hal itu penting karena pekerjaan pemangkasan pohon di sekitar jaringan listrik pada dasarnya dilakukan untuk menjaga keamanan jaringan dan mencegah gangguan akibat dahan yang menyentuh atau mendekati kabel.

Namun, setelah pemangkasan selesai, sisa dahan tetap perlu dikelola dengan baik. Jika dibuang ke sungai atau saluran air, material tersebut justru dapat menimbulkan persoalan lingkungan baru.

Warga pun meminta agar petugas PLN lebih memperhatikan kondisi lingkungan sekitar ketika melakukan pekerjaan di lapangan.

Jangan Sampai Atasi Kabel, Malah Timbulkan Masalah Baru

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan pohon yang berada di sekitar jaringan listrik tidak cukup hanya dengan memangkas bagian yang dianggap mengganggu. Sisa pemangkasan juga perlu dibersihkan agar tidak mengganggu masyarakat maupun lingkungan.

Apalagi wilayah Rengasdengklok merupakan kawasan yang memiliki persoalan banjir dan berada di sekitar sistem aliran sungai. Kajian mengenai kawasan Rengasdengklok juga mencatat wilayah tersebut memiliki kerentanan terhadap banjir, termasuk akibat luapan sungai dan persoalan drainase.

Karena itu, warga berharap petugas maupun pihak terkait dapat lebih bijak dalam menangani dahan dan ranting hasil pemangkasan.

Pesan warga pada intinya sederhana: kabel listrik memang harus aman, tetapi lingkungan dan saluran air juga harus tetap dijaga. Jangan sampai persoalan dahan pohon yang mengganggu jaringan listrik selesai, tetapi justru menimbulkan persoalan baru karena materialnya dibuang sembarangan.