Lambeturah.co.id — Sebuah video yang beredar dan memperlihatkan seorang dancer dalam pertunjukan sound horeg tengah menjadi perhatian di media sosial. Dalam narasi yang beredar, dancer tersebut disebut sempat marah setelah bagian tubuhnya, khususnya bokong, diduga disentuh atau ditowel oleh seorang pria.
Dalam potongan video yang beredar, terlihat seorang dancer perempuan mengenakan pakaian putih sedang berada di depan panggung sound horeg. Video tersebut kemudian disertai keterangan bahwa sang dancer sempat merasa tidak terima setelah mendapat perlakuan yang dianggap melewati batas.
Narasi pada unggahan tersebut menyebut, “Detik-detik dancer sound horeg ngamuk saat ditowel bokongnya: Aku punya harga diri.”
Peristiwa itu kemudian berlanjut dengan kedatangan seorang pria yang diduga merupakan orang yang sebelumnya menyentuh sang dancer. Pria tersebut tampak menghampiri dancer dan menyampaikan permintaan maaf.
Dalam percakapan yang terdengar pada rekaman, sang dancer menyampaikan keberatannya terhadap perlakuan tersebut.
Ia terdengar menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan sekadar candaan, melainkan menyangkut penghargaan terhadap dirinya.
“Pokok, Pak. Masalahnya aku bicara murahan nih, aku dihargai diri, Pak. Gak usah sembarangan sama yang tua yang bisa ngaji,” demikian potongan ucapan yang terdengar dalam video.
Ucapan tersebut menunjukkan bahwa sang dancer merasa keberatan dengan tindakan yang dilakukan terhadap dirinya.
Ia kemudian meminta agar perlakuan serupa tidak kembali dilakukan.
Setelah kejadian tersebut, pria yang disebut melakukan tindakan itu terlihat mendatangi sang dancer. Dalam percakapan yang terekam, pria tersebut berulang kali menyampaikan permintaan maaf.
“Oke, saya mohon-mohon. Ya, Pak Ishak, saya mohon-mohon,” terdengar ucapan dalam video.
Percakapan kemudian berlanjut dengan permintaan agar hal yang dipermasalahkan tersebut tidak kembali dilakukan.
“Ya, saya mohon-mohon,” ujar pria tersebut.
Pada bagian selanjutnya, terdengar pula pernyataan yang mengarah pada kesanggupan untuk menghentikan tindakan tersebut.
“Buang, buang, buang. Buang, ya. Enggak buat lagi. Enggak buat lagi,” katanya.
Permintaan maaf tersebut kemudian menjadi bagian lain yang turut disorot dalam unggahan video.
Dari rekaman yang beredar, persoalan tersebut tampak berakhir setelah pihak pria meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.
Meski demikian, video yang beredar hanya memperlihatkan sebagian kejadian. Belum diketahui secara pasti kapan dan di mana peristiwa tersebut terjadi serta siapa saja pihak yang terlibat.
Identitas dancer maupun pria dalam video juga belum dapat dipastikan hanya berdasarkan rekaman tersebut.
Karena itu, konteks lengkap kejadian masih membutuhkan konfirmasi dari pihak-pihak yang berada di lokasi.
Video tersebut memunculkan perbincangan mengenai batasan dalam interaksi antara penonton dan dancer dalam sebuah pertunjukan.
Kehadiran dancer di atas panggung atau di tengah acara tidak serta-merta berarti penonton bebas menyentuh bagian tubuhnya tanpa persetujuan. Interaksi tetap perlu memperhatikan batas pribadi dan penghormatan terhadap orang lain.
Permintaan maaf yang terlihat dalam video menjadi penutup dari kejadian tersebut. Namun, peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa candaan atau tindakan spontan yang menyentuh tubuh orang lain dapat menimbulkan persoalan apabila dilakukan tanpa persetujuan.
Hingga kini, belum ada informasi terverifikasi mengenai apakah kejadian tersebut berlanjut ke persoalan hukum atau hanya diselesaikan secara langsung melalui permintaan maaf.





