Lambeturah.co.id - Pencurian alat penguat jaringan lampu lalu lintas di Jalan Mayjend Sungkono, Surabaya, sempat memicu kemacetan panjang hingga kawasan underpass Satelit. Menyikapi kejadian tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya berencana memasang pagar jeruji untuk melindungi perangkat pengatur lampu lalu lintas agar tidak kembali menjadi sasaran pencurian.

Kepala Dishub Kota Surabaya Trio Wahyu Bowo mengatakan, sistem pengaturan lampu lalu lintas di kawasan tersebut kini telah kembali berfungsi normal. Pemulihan dilakukan setelah Dishub berkoordinasi dengan Telkom selaku pemilik perangkat penguat jaringan yang sebelumnya hilang akibat pencurian.

"Alhamdulillah, sudah berfungsi normal. SITS (Surabaya Intelligent Transport System) yang berada di Bratang itu sudah bisa berfungsi normal dan bisa dikendalikan," kata Trio, Rabu (4/11/2026).

Sebelumnya, gangguan terjadi di persimpangan Jalan Mayjend Sungkono menuju Jalan Adityawarman pada Senin (2/11/2026) pagi. Hilangnya alat penguat jaringan di sekitar persimpangan TVRI Surabaya membuat sistem pengendali lampu lalu lintas tidak dapat terhubung dengan Surabaya Intelligent Transport System (SITS).

Akibatnya, pengaturan durasi lampu lalu lintas tidak bisa dilakukan secara otomatis mengikuti kondisi kepadatan kendaraan.

Lampu merah menyala lebih lama, sementara durasi lampu hijau menjadi lebih singkat. Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga sekitar underpass Satelit.

Setelah sistem kembali normal, Dishub Surabaya kini dapat mengatur ulang durasi lampu lalu lintas berdasarkan volume kendaraan di masing-masing jalur persimpangan.

Trio menjelaskan, durasi lampu hijau akan diperpanjang pada jalur yang mengalami kepadatan kendaraan. Sebaliknya, waktu lampu hijau akan dipersingkat pada jalur yang relatif lengang.

"Siklus waktunya sudah bisa kami atur kembali. Pada kaki persimpangan yang padat, durasi lampu hijau akan kita tambah. Sebaliknya, pada jalur yang lengang, durasi lampu hijaunya kami pendekkan," jelasnya.

Dishub Siapkan Jeruji untuk Cegah Pencurian

Belajar dari kejadian tersebut, Dishub Surabaya menyiapkan pengamanan tambahan untuk melindungi perangkat pengatur lalu lintas. Salah satu upaya yang direncanakan adalah memasang jeruji besi pada boks penyimpanan peralatan.

Trio mengatakan, langkah itu diperlukan agar perangkat yang rawan dicuri tidak mudah dijangkau oleh orang yang berniat melakukan pencurian.

"Nantinya akan memasang jeruji, mengamankan peralatan-peralatan yang memang notabene sering hilang. Makanya nanti kita pasang semacam jeruji-jeruji supaya susah ketika ada orang yang berniat buruk pada alat-alat tersebut," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Surabaya Beta Ramdhani mengungkapkan, pihaknya juga tengah mengkaji desain pengamanan yang lebih kuat sekaligus tetap memperhatikan estetika kota.

Menurut Beta, sistem pengamanan sebelumnya menggunakan model kerangkeng yang dilengkapi gembok. Namun, metode tersebut ternyata masih mudah dirusak sehingga dinilai belum cukup efektif untuk melindungi perangkat.

"Dahulu kan modelnya seperti kerangkeng lalu digembok, nah ternyata itu juga mudah dirusak. Sedangkan secara tampilan itu kurang menarik untuk mendukung estetika kota, nah kita masih mencari konsep yang aman dan agak menarik," kata Beta.

Dishub juga mempertimbangkan opsi memindahkan panel perangkat ke bagian atas tiang lampu lalu lintas. Dengan posisi tersebut, peralatan diharapkan lebih sulit dijangkau oleh pelaku pencurian.

Meski demikian, rencana itu belum diputuskan. Pasalnya, sejumlah komponen perangkat memiliki bobot cukup berat sehingga dikhawatirkan membebani konstruksi tiang lampu lalu lintas.

Selain itu, penempatan panel di posisi tinggi berpotensi menyulitkan petugas ketika harus melakukan pemeriksaan maupun perbaikan jika terjadi kerusakan.

"Kita masih mempertimbangkan karena jumlahnya tidak cuma satu. Takutnya tiangnya yang tidak kuat. Selain itu, ketika ada kerusakan akan lebih sulit untuk perawatannya," pungkasnya.