Lambeturah.co.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah perwakilan Aliansi Ibu Indonesia, Anette Mau, melontarkan kritik tajam dalam rapat di DPR. Ia menyoroti pelaksanaan program yang dinilai masih menyisakan berbagai persoalan, terutama terkait kasus anak-anak yang mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program tersebut.

Dalam penyampaiannya, Anette mempertanyakan aspek kemanusiaan dan tanggung jawab pemerintah dalam menjalankan program yang dibiayai dari uang pajak masyarakat. Menurutnya, negara memiliki kewajiban memastikan makanan yang diberikan kepada anak-anak aman dan layak dikonsumsi.

"Pakai uang kami, pakai keringat kami, yang harus kami serahkan dan tidak boleh berdebat, pajak main potong. Tolong, ketika Anda memberi anak kami makan, beradablah!" tegas Anette di hadapan anggota DPR.

Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap nasib para orang tua yang anaknya menjadi korban dugaan keracunan makanan MBG. Menurutnya, tidak sedikit keluarga yang harus menanggung sendiri biaya dan proses perawatan di rumah sakit, terutama mereka yang tidak memiliki BPJS Kesehatan.

Anette menilai hingga kini belum terlihat adanya permintaan maaf resmi maupun bentuk pertanggungjawaban yang jelas kepada para korban. Kondisi tersebut dinilai bertolak belakang dengan berbagai narasi pemerintah yang selama ini mengedepankan keberpihakan kepada masyarakat kecil.

Ia berharap pemerintah tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program semata, tetapi juga menjadikan kualitas makanan, keamanan pangan, serta perlindungan terhadap anak sebagai prioritas utama.

Menurutnya, karena program MBG dibiayai dari dana yang berasal dari pajak masyarakat, maka pelaksanaannya harus mengedepankan standar yang tinggi, transparansi, dan rasa tanggung jawab agar tujuan meningkatkan gizi anak dapat tercapai tanpa menimbulkan risiko bagi penerimanya.