Lambeturah.co.id - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim bakal menyampaikan penjelasan ke parlemen negara itu mengenai isu kerugian investasi lembaga Dana Pensiun (dapen) pegawai negeri sipil Malaysia (Kumpulan Wang Persaraan/KWAP) di lembaga startup akuakultur asal Indonesia eFishery.

"Saya akan menjawab pertanyaan di Dewan Negara besok," ucap Anwar yang juga merupakan Menteri Keuangan Malaysia, dikutip pada Senin (20/7/2026).

Sebelumnya Kementerian Keuangan Malaysia mengkonfirmasi jika KWAP menjadi korban penipuan terorganisir dalam investasi menyusul manipulasi laporan keuangan oleh manajemen eFishery.

Perusaan rintisan eFishery merupakan perusahaan rintisan teknologi akuakultur asal Indonesia yang didirikan pada 2013. Perusahaan ini awalnya dikenal sebagai pelopor solusi budidaya perikanan cerdas—seperti mesin pakan ikan otomatis yang dikendalikan.

Tahun lalu, salah satu pendiri eFishery, Gibran Huzaifah dilaporkan telah dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara oleh pengadilan di Bandung, Jawa Barat, setelah dinyatakan bersalah atas tindak pidana penggelapan dan pencucian uang.

Secara terpisah, KWAP, dalam keterangan tertulisnya, menyatakan telah menginvestasikan 163,4 juta ringgit di eFishery, yang mewakili sekitar 2,51 persen dari total kepemilikan saham perusahaan.

Di sisi lain Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) juga menyatakan sebuah tim sudah dibentuk untuk mempelajari dan memeriksa secara menyeluruh masalah kerugian investasi tersebut.