Lambeturah.co.id - Pemadaman listrik atau blackout melanda wilayah Batam, Kepulauan Riau (Kepri), pada Senin (12/10/2026). PT PLN Batam menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak. Hingga kini, penyebab utama gangguan tersebut masih diselidiki.

PLN Batam menyatakan tengah memprioritaskan pemulihan sistem kelistrikan secara bertahap. Petugas teknis juga memberikan perhatian khusus terhadap pasokan listrik untuk fasilitas pelayanan publik dan objek vital, seperti bandara, rumah sakit, pelabuhan, serta fasilitas strategis lainnya.

Manager Komunikasi PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama, mengatakan seluruh tim teknis telah disiagakan untuk mempercepat proses penormalan jaringan sejak pukul 08.49 WIB.

“Pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memberikan perhatian khusus pada pasokan listrik untuk objek vital dan fasilitas pelayanan publik, seperti bandara, rumah sakit, pelabuhan, serta fasilitas strategis lainnya,” kata Yoga, dikutip dari Antara.

Penyebab Blackout Batam Masih Diselidiki

Meski upaya pemulihan terus dilakukan, PLN Batam belum dapat memastikan penyebab terjadinya blackout yang melanda wilayah tersebut.

Yoga mengatakan pihaknya saat ini berfokus memulihkan sistem kelistrikan dan menormalkan pasokan listrik di seluruh jaringan. Informasi lebih lanjut mengenai penyebab gangguan akan disampaikan setelah ada perkembangan.

“Untuk penyebab gangguan kami belum tahu, untuk saat ini kami prioritaskan recovery sistem dulu, dan penormalan listrik seluruh jaringan, nanti akan kami update terus,” ujarnya.

PLN Batam pun menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang timbul akibat pemadaman tersebut.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengapresiasi kesabaran serta pengertian seluruh masyarakat selama proses pemulihan berlangsung,” tambah Yoga.

Kantor Pemerintahan Gunakan Genset

Dampak blackout turut dirasakan di sejumlah instansi pemerintahan di Batam. Berdasarkan pantauan pada pukul 12.00 WIB, gedung DPRD Batam dan Kantor Wali Kota Batam menggunakan generator set (genset) untuk menjaga kelangsungan operasional.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan pasokan listrik dari PLN sempat kembali menyala di kawasan perkantoran Pemerintah Kota Batam. Namun, aliran listrik tersebut belum stabil karena sempat kembali padam.

“Belum ada informasi terbaru. Di Kantor Wali Kota tadi kami ada pakai genset, lalu sempat nyala juga dengan listrik PLN namun sempat padam kembali, jadi belum stabil,” kata Rudi.

Meski demikian, Rudi memastikan pelayanan publik di lingkungan Pemkot Batam tetap diupayakan berjalan seperti biasa.

Ia menyebut pelayanan di lantai satu hingga lantai tujuh Kantor Wali Kota Batam masih berlangsung, termasuk layanan keuangan dan perizinan.

Namun, pemadaman listrik berdampak pada layanan yang bergantung pada sistem daring atau aplikasi. Sejumlah layanan tersebut masih sulit diakses akibat gangguan pasokan listrik.

“Pelayanan di Pemkot aman. Saya tadi sudah ke lantai 1 hingga 7 dan pelayanan berjalan seperti biasa. Di sini kan ada pelayanan keuangan dan perizinan. Namun kalau yang berbasis online atau aplikasi masih sulit untuk diakses karena keadaan listrik padam,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, PLN Batam masih berupaya memulihkan sistem kelistrikan secara bertahap. Penyebab utama blackout dan perkembangan penormalan jaringan masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak PLN.