Lambeturah.co.id - Keributan terjadi di lingkungan Sekolah Putri Darul Istiqomah (SPIDI), Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa (8/9/2026) pagi. Keributan tersebut diduga melibatkan sejumlah orang tua santri dan pihak sekolah dengan massa Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Istiqomah.
Peristiwa yang berlangsung di Jalan Poros Maros-Makassar, Kecamatan Mandai, Maros, itu sempat memanas selama sekitar satu jam. Sejumlah orang tua santri yang mayoritas merupakan emak-emak terlibat saling dorong dengan massa dari pihak pesantren.
Selain aksi saling dorong, adu mulut antara kedua kelompok juga terjadi. Sejumlah orang tua santri bahkan meminta massa dari pesantren untuk tidak memasuki area sekolah.
"Hei kenapa kalian masuk, kenapa kalian masuk. Jangan masuk," teriak salah seorang orang tua santri saat situasi memanas.
Di tengah keributan, sejumlah orang tua santri dan guru terlihat berjaga di depan ruang kelas. Mereka berupaya memastikan para siswa tetap berada di dalam kelas.
Pintu sejumlah ruang kelas bahkan dikunci dari dalam. Para siswa tetap menjalani proses belajar mengajar meski situasi di luar sekolah sedang memanas.
Tak lama kemudian, personel gabungan Polres Maros dan Polsek Mandai mendatangi lokasi. Polisi langsung melakukan pengamanan dan berusaha memisahkan kedua kelompok yang terlibat perselisihan.
Situasi sempat kembali memanas setelah kedua pihak diduga saling melakukan provokasi. Namun, polisi berupaya mencegah keributan kembali meluas.
Sejumlah orang tua santri dan guru masih terlihat berjaga di sekitar ruang kelas hingga halaman sekolah. Sementara itu, massa dari Ponpes Darul Istiqomah juga masih berada di sekitar lokasi.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti penyebab perselisihan yang kemudian memicu keributan antara orang tua santri, pihak sekolah, dan massa Ponpes Darul Istiqomah tersebut.





