Lambeturah.co.id - Kekeringan masih menjadi bencana yang paling banyak dilaporkan di sejumlah wilayah Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat mengalami krisis air bersih, sementara banjir dan kebakaran lahan juga terjadi di wilayah lain.
Berdasarkan laporan BNPB periode Jumat (12/6/2026) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (13/6/2026) pukul 07.00 WIB, kekeringan terjadi di Kabupaten Cilacap, Karawang, dan Bogor. Di saat yang sama, banjir melanda Sulawesi Tengah dan kebakaran lahan terjadi di Aceh.
Kekeringan Melanda Cilacap, Karawang, dan Bogor
Di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kekeringan berdampak pada ratusan warga. Sebanyak 120 jiwa di Desa Kedungbenda, Kecamatan Nusawungu, serta 398 jiwa di Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Untuk membantu warga terdampak, BPBD Kabupaten Cilacap telah menyalurkan 10.000 liter air bersih dan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sebanyak 372 jiwa di Desa Kutalanggeng, Kecamatan Tegalwaru, terdampak kekeringan. BPBD setempat telah mendistribusikan bantuan air bersih menggunakan dua unit mobil tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter.
Sementara itu, di Kabupaten Bogor, kekeringan melanda Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup, dan Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung. Total 734 warga terdampak akibat berkurangnya pasokan air bersih.
BPBD Kabupaten Bogor terus menyalurkan bantuan air bersih dengan mengisi penampungan dan toren milik warga. Pada Jumat (12/6/2026), sebanyak 5.000 liter air bersih kembali disalurkan ke wilayah terdampak.
Kebakaran Lahan Terjadi di Aceh
Selain kekeringan, BNPB juga mencatat kebakaran lahan perkebunan di Desa Alur Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Jumat (12/6/2026) sore.
BPBD Kabupaten Bener Meriah mengerahkan dua unit armada pemadam kebakaran untuk menangani kebakaran yang menghanguskan sekitar dua hektare lahan. Api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam sebelum dilanjutkan dengan proses pendinginan.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Banjir Rendam 176 Rumah di Sulawesi Tengah
Di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, hujan deras menyebabkan debit sungai meningkat dan memicu banjir di Desa Ongka, Kecamatan Ongka Malino.
BPBD setempat mencatat sebanyak 176 rumah terdampak banjir. Meski genangan sempat surut pada Jumat (12/6/2026), hujan yang kembali turun pada malam hari membuat debit sungai kembali meningkat sehingga warga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan.
BNPB Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan
BNPB mengingatkan bahwa sejumlah wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau, namun beberapa daerah masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berdasarkan prakiraan BMKG.
Masyarakat di wilayah rawan kekeringan diminta menghemat penggunaan air serta memanfaatkan sumber daya air secara bijak. Warga juga diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Sementara itu, masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir, khususnya di sekitar sungai dan kawasan perbukitan, diminta terus memantau informasi cuaca dan segera melakukan evakuasi apabila terjadi hujan deras berkepanjangan sesuai arahan petugas.
BNPB juga meminta pemerintah daerah dan BPBD terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui pemantauan kondisi sungai dan tanggul, perawatan saluran drainase, pemangkasan pohon yang berisiko tumbang, serta patroli rutin di wilayah rawan kebakaran guna meminimalkan dampak bencana.





