Lambeturah.co.id – Pencarian terhadap RS (12), bocah yang diterkam buaya saat mandi di Sungai Budong-budong, Desa Tabolang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat (Sulbar), akhirnya membuahkan hasil.
Korban ditemukan oleh tim SAR pada hari kedua pencarian, Selasa (25/8/2026), dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Komandan tim pencarian, Muh Haerul, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 15.40 Wita. Saat ditemukan, terdapat luka akibat gigitan buaya di bagian paha dan dada.
"Menemukan korban anak yang sebelumnya diterkam buaya dalam kondisi meninggal dunia. (Ada luka gigitan) di paha dan dada," ujar Haerul.
Korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Staf Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD Mamuju Tengah, Rezky Ilhamsyah, mengatakan pencarian hari kedua dimulai sejak pukul 06.30 Wita. Tim menyisir bantaran sungai hingga radius sekitar 2 kilometer serta melakukan pemantauan dari darat dan air.
Petugas juga menggunakan drone dengan teknologi infra merah atau radar untuk membantu menemukan keberadaan korban.
Di tengah proses pencarian, keluarga korban bersama sejumlah warga dan tokoh masyarakat sempat melakukan ritual menggunakan telur. Tak lama kemudian, korban terlihat mengapung dari dasar sungai dan berhasil dievakuasi tim SAR.
Sebelumnya, RS diterkam buaya saat mandi bersama keluarga dan teman-temannya di Sungai Budong-budong pada Senin (24/8) sore.
Tim SAR bersama warga langsung melakukan pencarian. Namun, hingga hari pertama, korban belum ditemukan.
Warga kemudian berhasil menangkap seekor buaya berukuran lebih dari 3 meter yang diduga menerkam korban.
Buaya tersebut disebut berukuran besar dan berwarna hitam. Paman korban, Adi, mengatakan hewan tersebut sempat menerkam RS sebelum melepaskannya kembali ke sungai.
Kini, setelah korban ditemukan, proses pencarian resmi dihentikan dan jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga.





