Lambeturah.co.id – Perum Bulog Kantor Cabang Surakarta mengambil langkah cepat setelah menerima laporan warga terkait minyak goreng bantuan pangan merek Minyakita yang diduga berbau minyak tanah di Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri.

Seluruh minyak goreng yang telah disalurkan kepada masyarakat penerima bantuan di wilayah tersebut langsung ditarik dari peredaran dan diganti dengan produk baru yang dinilai memenuhi standar kualitas.

Penarikan dilakukan menyusul adanya keluhan dari Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang menemukan aroma tidak wajar pada minyak goreng yang mereka terima. Bersama pihak produsen, Bulog segera melakukan penggantian komoditas tersebut dan mulai mendistribusikan minyak pengganti kepada warga pada Kamis (18/6/2026).

Sebanyak 8.565 penerima bantuan di Kecamatan Kismantoro terdampak dalam proses penggantian tersebut. Setiap keluarga penerima manfaat memperoleh empat liter minyak goreng sebagai bagian dari program Bantuan Pangan pemerintah.

Pemimpin Cabang Bulog Surakarta, Nanang Harianto, mengatakan pihaknya langsung menurunkan tim ke lapangan begitu menerima laporan dari masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab permasalahan sekaligus mempercepat penanganan di lokasi.

"Begitu menerima aduan, tim langsung melakukan pengecekan di lapangan. Seluruh minyak goreng yang telah disalurkan segera kami tarik dan diganti dengan produk yang kualitasnya terjamin," ujar Nanang.

Selain melakukan penarikan dan penggantian, Bulog juga berkoordinasi dengan dinas terkait, pemerintah desa, serta pihak produsen guna memastikan seluruh produk yang diduga bermasalah tidak lagi beredar di masyarakat.

Tak hanya fokus pada Kecamatan Kismantoro, Bulog Surakarta juga melakukan penelusuran di sejumlah kecamatan lain di wilayah eks Karesidenan Surakarta untuk memastikan tidak terdapat kasus serupa dalam distribusi Bantuan Pangan.

Bulog mengapresiasi peran aktif masyarakat yang melaporkan temuan tersebut. Menurut perusahaan, laporan warga sangat membantu dalam menjaga mutu bantuan yang diterima masyarakat.

Penerima Bantuan Pangan juga diimbau segera melapor apabila menemukan komoditas bantuan yang tidak sesuai standar agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.

Hingga pertengahan Juni 2026, realisasi penyaluran Bantuan Pangan oleh Bulog Surakarta telah mencapai 96,79 persen di seluruh wilayah eks Karesidenan Surakarta. Sementara itu, distribusi bantuan di Kabupaten Wonogiri telah mencapai 93,83 persen dan ditargetkan selesai sebelum akhir Juni 2026.