Lambeturah.co.id - Kabar duka Spiritualis senior Tri Hari Mastuti yang lebih dikenal dengan nama Eyang Ratih meninggal dunia pada Kamis (18/6/2026) dini hari pukul 01.58 WIB di sebuah rumah sakit di Banyuwangi, Jawa Timur.
Kabar wafatnya Eyang Ratih disampaikan oleh sopir pribadinya, Gopal. Menurutnya, sebelum meninggal dunia, Eyang Ratih tengah menjalankan sejumlah kegiatan spiritual di Bali, termasuk mengikuti malam suroan dan berziarah ke makam sang ibunda.
“Di perjalanan beliau terlihat sangat lelah. Setelah itu langsung dibawa ke rumah sakit terdekat di Banyuwangi untuk mendapatkan perawatan medis. Namun pada dini hari beliau mengembuskan napas terakhir,” kata Gopal.
Sementara itu, Ketua Umum FKPPAI, Ki Sawung Rahsa, mengaku menerima kabar duka itu menjelang waktu subuh melalui pesan dari tim Eyang Ratih.
“Saya sangat berduka atas kepergian beliau. Eyang Ratih adalah sosok pejuang, srikandi FKPPAI yang sangat mencintai organisasi ini. Ke mana pun beliau pergi, selalu membawa nama baik FKPPAI dan padepokan yang dipimpinnya,” ucap Ki Sawung lewat telpon.
“Beliau adalah tokoh yang sangat dihormati. Pemikiran, dedikasi, dan kecintaannya terhadap FKPPAI begitu besar. Kehadirannya selama ini memberikan kontribusi penting bagi perkembangan organisasi,” tambahnya.
Hingga saat ini, Eyang Ratih masih menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Budaya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FKPPAI periode 2022–2027.
Rencananya, almarhumah akan dimakamkan di Badung, Bali. Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Ki Sawung telah mengamanatkan Ketua DPP FKPPAI Bali, YM Dr. dr. A.A.G.P. Wiraguna, Sp.D.V.E., FINSDV, FAADV, beserta jajaran pengurus daerah untuk hadir dan mewakili organisasi dalam prosesi pemakaman.
Eyang Ratih sudah mengabdikan dirinya di dunia spiritual dan aktif di lingkungan FKPPAI selama lebih dari satu dekade. Kepergiannya meninggalkan kehilangan besar bagi keluarga, sahabat, serta seluruh anggota FKPPAI yang mengenalnya sebagai sosok penuh dedikasi, bijaksana, dan menginspirasi.




