Lambeturah.co.id — Seorang guru di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengungkapkan keluhannya setelah diduga menjadi korban keracunan usai mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Guru tersebut mengaku mengalami sejumlah keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG. Kondisi itu membuatnya harus mendapatkan perawatan dan mengeluarkan biaya pengobatan secara mandiri.
Dalam keterangannya, ia mempertanyakan bentuk tanggung jawab terhadap guru atau pihak lain yang ikut terdampak dalam dugaan insiden keracunan tersebut.
“Kami juga menjadi korban. Tetapi untuk pengobatan sementara harus kami tanggung sendiri,” ungkapnya.
Ia berharap ada kejelasan mengenai penanganan bagi para korban, termasuk mekanisme pembiayaan pengobatan apabila kejadian tersebut memang berkaitan dengan makanan yang dibagikan melalui program MBG.
Menurutnya, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai biaya pengobatan. Ia ingin ada perhatian dan kepastian dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Dugaan keracunan setelah konsumsi makanan MBG sebelumnya menjadi perhatian karena menyangkut keamanan pangan dalam program yang menyasar banyak penerima manfaat. Pemeriksaan terhadap makanan, kondisi korban, serta proses distribusi dan pengolahan makanan menjadi penting untuk memastikan penyebab kejadian.
Hingga berita ini dimuat, belum ada keterangan dari pihak terkait, termasuk penyelenggara MBG, pemerintah daerah, serta instansi kesehatan, untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para korban dan penanganan biaya pengobatannya.
Para korban berharap persoalan tersebut segera mendapat kejelasan dan tidak ada pihak yang merasa ditinggalkan setelah mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan program MBG.





