Lambeturah.co.id — Desain gerbong Kereta Api Indonesia (KAI) yang biasanya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, kali ini justru menuai sorotan. Ilustrasi bergaya anime yang menampilkan petugas KAI di dalam gerbong kereta ramai diperbincangkan di media sosial karena diduga dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Sebagaimana dikutip dari akun media sosial yang beredar pada Selasa (27/10/2026), desain tersebut memunculkan pertanyaan dari warganet mengenai proses kreatif di balik pembuatannya. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah dugaan penggunaan AI di tengah banyaknya ilustrator lokal yang dinilai memiliki kemampuan untuk menghasilkan karya serupa.

Perbincangan ini pun memunculkan pertanyaan mengenai alasan tidak dilibatkannya ilustrator lokal apabila desain tersebut memang dibuat menggunakan AI. Padahal, Indonesia memiliki banyak seniman dan ilustrator berbakat dengan gaya serta ciri khas masing-masing.

Keterlibatan ilustrator lokal dinilai bukan hanya berpotensi menghasilkan desain visual yang menarik, tetapi juga dapat menjadi bentuk dukungan terhadap industri kreatif nasional. Selain membuka peluang kerja, kolaborasi tersebut dapat memberikan ruang bagi seniman Indonesia untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat yang lebih luas.

Desain gerbong kereta sendiri dapat menjadi media komunikasi visual yang menarik bagi penumpang. Dengan konsep yang kreatif, ilustrasi bertema anime maupun gaya visual lainnya berpotensi memberikan pengalaman berbeda sekaligus memperkuat identitas layanan transportasi publik.

Namun, perbincangan mengenai desain ini tidak semata-mata berkaitan dengan tampilan visual. Isu yang turut mengemuka adalah bagaimana perkembangan teknologi AI seharusnya berjalan beriringan dengan penghargaan terhadap kreativitas manusia.

Penggunaan AI memang dapat membantu mempercepat proses pembuatan konsep dan pengembangan desain. Meski demikian, penerapannya di industri kreatif juga memunculkan diskusi mengenai transparansi proses produksi, orisinalitas karya, hak cipta, serta penghargaan terhadap tenaga profesional di bidang ilustrasi.

Di sisi lain, penggunaan AI dan keterlibatan ilustrator lokal tidak harus selalu dipertentangkan. Keduanya berpotensi dikombinasikan, misalnya dengan memanfaatkan AI untuk mengembangkan konsep awal, sementara ilustrator profesional bertanggung jawab atas pengembangan karakter, penyempurnaan visual, dan sentuhan artistik akhir.