Lambeturah.co.id - Aksi dugaan pelecehan seksual yang melibatkan pengemudi transportasi umum kembali terjadi di Kota Medan. Seorang sopir angkutan kota (angkot) diamankan oleh warga dan kelompok pelajar setelah diduga melakukan tindakan tidak menyenangkan terhadap seorang penumpang anak sekolah (SMA).
Kejadian tersebut mendadak menghebohkan warga sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Sopir angkot tersebut dilaporkan sempat dihadiahi "bogem mentah" oleh massa yang emosi sebelum akhirnya diamankan guna menghindari aksi main hakim sendiri yang lebih parah.
Menurut informasi awal, insiden berawal saat korban yang masih berseragam sekolah berada di dalam angkot dan mendapati perlakuan tidak sopan dari pengemudi. Merasa terancam dan tidak nyaman, tindakan korban langsung memancing perhatian pelajar lain serta warga di sekitar lokasi.
Massa yang mendengar laporan tersebut bergerak cepat mengepung kendaraan dan mengamankan pelaku. Proses penangkapan sopir angkot ini sempat menjadi perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas.
Saat ini, kronologi lengkap serta detail peristiwa masih dalam proses penyidikan dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait, termasuk kepolisian. Terduga pelaku telah diserahkan kepada pihak berwajib untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya pengguna transportasi umum, untuk selalu waspada dan tidak ragu meminta bantuan atau melaporkan kejadian mencurigakan. Di sisi lain, warga juga diimbau untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada kepolisian.





