Lambeturah.co.id - Warga RT 04/RW 03 Dukuh Kiyongan, Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dibuat gempar pada Selasa (11/8/2026) malam. Sebuah tas kantong kertas misterius yang diletakkan di teras rumah warga ternyata berisi bayi perempuan yang baru saja dilahirkan.

Penemuan bayi mungil tersebut pertama kali diketahui oleh pemilik rumah, Muhammad Humaidi, sekitar pukul 22.30 WIB usai dirinya pulang dari menghadiri acara pengajian. Awalnya, Humaidi tidak curiga dan mengira kantong kertas tersebut berisi makanan atau 'berkat' dari tempat pengajian.

"Saya pulang mengaji jam 22.30 WIB, sampai rumah kok ada tas tenteng kertas. Lalu saya tanya dan minta istri membukanya. Setelah dibuka, ternyata isinya bayi," kata Humaidi saat dihubungi, Rabu (12/8/2026).

Terkejut melihat isi tas tersebut, sang istri langsung berteriak hingga mengundang kedatangan tetangga sekitar. Saat ditemukan, bayi perempuan itu tengah tertidur lelap dalam kondisi sudah dibersihkan, diselimuti kain, serta mengenakan sarung tangan. Namun, tali pusarnya masih menempel pada tubuh bayi.

Diduga Pelaku Tahu Rumah Pasutri Belum Punya Anak

Humaidi menduga, pelaku yang membuang bayi tersebut kemungkinan mengenal keluarganya. Pasalnya, hingga kini ia dan sang istri belum dikaruniai anak. Penemuan ini pun langsung menjadi perbincangan hangat, bahkan tak sedikit warga sekitar yang langsung menyatakan niat untuk mengadopsi bayi tersebut.

"Kemungkinan orang yang menaruh itu tahu kalau saya belum dikaruniai anak. Semalam juga langsung banyak warga yang ingin mengadopsi," tambah Humaidi.

Kondisi Bayi dan Penanganan Medis

Guna memastikan keselamatannya, bayi perempuan tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Sunan Kudus sekitar pukul 23.30 WIB untuk mendapatkan perawatan intensif.

Direktur RSI Sunan Kudus, dr. Ahmad Syaifuddin, mengonfirmasi bahwa bayi perempuan seberat 2,6 kilogram tersebut tiba di IGD dalam kondisi selamat dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik. Diperkirakan, bayi tersebut baru dilahirkan sekitar 30 menit sebelum ditemukan di teras rumah warga.

"Kondisi bayi secara umum sehat, tetapi masih membutuhkan observasi lebih lanjut karena asupan minumnya kurang. Dikhawatirkan kondisinya drop," terang dr. Ahmad.

Saat ini, bayi cantik tersebut masih dipantau ketat oleh dokter spesialis anak di ruang Perinatologi Risiko Tinggi (Peristi) RSI Sunan Kudus, sementara kasus ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian setempat untuk penyelidikan lebih lanjut.