Lambeturah.co.id - Media sosial kembali dihebohkan oleh aksi salah sasaran alias 'cocoklogi' warganet. Selebgram dan content creator Tasya Revina baru-baru ini meluapkan kekecewaannya usai dihujat ratusan netizen yang menuduhnya melupakan dan menelantarkan ayah kandungnya sendiri.

Tudingan bermula dari sebuah unggahan video rescue milik creator asal Medan, @alehalehkhasmedann. Dalam konten tersebut, sang creator membantu seorang pria paruh baya yang diduga mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ). Pria tersebut mengaku merindukan anaknya yang bernama Riatasya Mujiati Rama, yang diklaim kini menjabat sebagai anggota dewan.

Namun, entah bagaimana, sejumlah warganet menduga anak yang dimaksud adalah Tasya Revina. Hal ini diduga dipicu oleh nama akun TikTok Tasya Revina yang menggunakan nama "Dewan Perwakilan Netizen".

Sontak, ribuan komentar negatif memenuhi akun media sosial Tasya, mulai dari unggahan pribadi, konten kerja sama (endorsement), hingga sesi siaran langsung (live). Banyak netizen menuliskan komentar seperti "Bapaknya tuh kak", "Jangan lupain bapaknya", hingga tuduhan tega menelantarkan orang tua.

Tak tinggal diam, Tasya Revina akhirnya memberikan klarifikasi tegas melalui unggahan tertulis. Ia menegaskan bahwa namanya adalah Tasya Revina, bukan Riatasya Mujiati Rama, dan ia bukanlah seorang anggota dewan.

"Dan yang terpenting, Papa saya sudah meninggal sejak 2016. Papa saya, alm. Ir. Daddy Revindo, sudah meninggalkan kami hampir 10 tahun lalu," tegas Tasya dalam klarifikasinya.

Tasya menyampaikan betapa menyakitkannya tuduhan tersebut bagi keluarganya. Menurutnya, topik mengenai mendiang sang ayah adalah hal yang sangat sensitif dan masih sering menyisakan duka yang mendalam.

"Mungkin bagi kalian komentar 'bapaknya kak' atau 'bapaknya ditelantarkan' hanya butuh beberapa detik untuk diketik. Tapi bagi saya dan keluarga, kata 'Papa' sangat sensitif dan bukan bahan cocoklogi. Kalian gak pernah tau luka apa yang kalian buka kembali di keluarga orang lain," ungkapnya.

Tasya juga mengimbau sesama content creator untuk lebih bertanggung jawab dan mengedukasi pengikutnya agar tidak menyerang atau mengganggu pihak lain yang tidak berhubungan.

Ia menegaskan tidak menyalahkan bapak yang ada di dalam video viral tersebut dan mendoakan agar beliau bisa segera bertemu dengan keluarga aslinya. Namun, ia meminta netizen berhenti membawa-bawa nama dan keluarganya.

"Setelah tulisan ini, saya tidak akan memberikan klarifikasi lagi. Komentar yang masih membawa-bawa 'bapak' atau menuduh saya menelantarkan orang tua akan langsung saya block. Empati seharusnya tidak hanya diberikan kepada orang di dalam video viral, tapi juga kepada orang yang kalian seret ke dalam cerita tanpa bukti," tutupnya.