Lambeturah.co.id - Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Serang terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Tahun Anggaran 2027 diwarnai aksi walk out oleh Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) pada Jumat (2/10/2026). Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk protes atas ketidakhadiran Bupati Serang beserta minimnya partisipasi jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam agenda krusial tersebut.

Rapat yang sedianya dijadwalkan mulai pukul 14.00 WIB sempat mengalami penundaan sekitar satu jam. Agenda utama paripurna kali ini adalah penyampaian jawaban Bupati Serang atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Raperda APBD 2027.

Namun, tepat saat sidang hendak dibuka, Ketua Fraksi PDIP, Hj. Fatmawati, langsung menyuarakan interupsi tegas. Ia menyampaikan rasa kecewa mendalam lantaran poin-poin jawaban atas pandangan umum dewan yang begitu penting seharusnya disampaikan secara langsung oleh kepala daerah.

"Kita kemarin banyak pertanyaan, terus sekarang (Bupati) saja enggak hadir. Kita Fraksi PDIP walkout dari paripurna," tegas Fatmawati saat melontarkan interupsi di dalam ruang sidang.

Fatmawati menilai absennya pimpinan daerah dalam agenda strategis ini mencerminkan sikap yang tidak menghargai institusi dewan. Usai menyampaikan pernyataan tersebut, seluruh jajaran anggota Fraksi PDIP langsung beranjak dan meninggalkan ruang rapat.

Sikap kritis juga dilayangkan oleh Anggota Fraksi PDIP, Joko Santoso. Joko menyoroti ketidakhadiran Sekretaris Daerah (Sekda) serta deretan bangku OPD yang tampak kosong melompong.

"Ini kita lihat juga, banyak bangku OPD kosong. Ini APBD, kita harus serius. Ini kawah candradimuka dalam mengelola pemerintahan daerah," ujar Joko menekankan pentingnya keseriusan seluruh elemen eksekutif dalam pembahasan anggaran.

Meski diwarnai aksi walk out dan aksi protes dari Fraksi PDIP, rapat paripurna tetap dilanjutkan. Penyampaian jawaban Pemkab Serang atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD akhirnya diwakilkan oleh Wakil Bupati Serang, Najib Hamas.