Lambeturah.co.id - Sebuah insiden tidak menyenangkan yang melibatkan warga perumahan dan petugas keamanan setempat mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Seorang penghuni Cluster Taman Puspa Citra Raya, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, mengaku mendapatkan perlakuan tidak sopan dari oknum satpam saat hendak keluar perumahan untuk mengurus kebutuhan sang istri yang sedang sakit.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik setelah diunggah oleh akun Threads bernama Irpan. Berdasarkan kronologi yang dibagikan, insiden bermula ketika korban hendak melintas keluar komplek melalui kawasan Citra Raya Boulevard di Jalan Dawai Utama.
Niat baik warga yang bersangkutan untuk menyapa petugas secara sopan justru dibalas dengan respons yang mengejutkan.
"Saat melintas, saya membuka kaca mobil dan menyapa ramah dengan ucapan 'Malam, Pak'. Namun, bukannya dibalas ramah, oknum satpam itu malah melontarkan kata-kata bernada sinis dan tuduhan tanpa dasar," ungkapnya dalam unggahan tersebut.
Oknum satpam tersebut diduga merasa malas atau lelah harus membuka-tutup palang pintu komplek, hingga memaki dan menegur warga tersebut dengan nada arogan: “Eh, lo emang sibuk ampe bolak-balik?”
Merasa keberatan dan bingung atas nada interogasi yang tidak pantas tersebut, korban memilih menghentikan kendaraan dan mendatangi pos penjagaan untuk meminta klarifikasi. Korban menjelaskan bahwa alasannya keluar-masuk komplek adalah demi mengurus keperluan medis sang istri yang tengah terbaring sakit di rumah.
Sikap arogan petugas keamanan ini memicu gelombang kecaman dari warganet. Banyak pihak menyayangkan minimnya etika komunikasi dan profesionalisme oknum sekuriti yang seharusnya memberikan rasa aman serta pelayanan humanis kepada para penghuni.
Menanggapi gejolak di media sosial, pihak pengelola perumahan melalui akun resmi `@manajemenkota.citraraya` langsung menyampaikan permohonan maaf dan memberikan penanganan cepat.
"Selamat siang, Manajemen telah berkoordinasi dengan pengurus RT/RW cluster terkait untuk melakukan pertemuan dengan pelapor pada malam hari ini, sebagai upaya klarifikasi dan penyelesaian atas kejadian tersebut. Manajemen menyayangkan kejadian yang terjadi dan tidak membenarkan tindakan tersebut. Kami berharap permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya," tulis pihak manajemen dalam keterangannya.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi pengelola kawasan pemukiman untuk terus mengevaluasi standar pelayanan teknis dan komunikasi para petugas keamanan di lapangan.





