Lambeturah.co.id - Gelombang tinggi menerjang sejumlah kawasan pantai selatan Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (11/8/2026). Gelombang yang mencapai sekitar 18 feet atau 5 meter tersebut menyebabkan sejumlah perahu nelayan rusak hingga terseret dan tenggelam.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Marjono, mengatakan puncak gelombang tinggi terjadi pada Selasa pagi.
"Tadi mencapai 18 feet," ujar Marjono.
Dampak gelombang tinggi dilaporkan terjadi di kawasan Pelabuhan Gesing dan Pantai Baron. Di Pelabuhan Gesing, sejumlah perahu nelayan mengalami kerusakan akibat dihantam ombak.
"Di Gesing sejumlah perahu rusak. Belum didata berapa jumlah kerusakannya," kata Marjono.
Sementara di Pantai Baron, terdapat perahu nelayan yang terseret hingga tenggelam. Perahu tersebut kemudian berhasil dievakuasi oleh petugas.
"Untuk di Pantai Baron ada perahu yang terseret dan tenggelam. Tapi sudah dievakuasi," ungkapnya.
Warung di Pantai Jungwok Ikut Terdampak
Gelombang tinggi juga menerjang kawasan Pantai Jungwok. Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi I Pantai Wediombo, Sunu Handoko Bayu Sagara, mengatakan kondisi tersebut sudah terjadi sejak Senin (10/8/2026).
Pada Selasa pagi, air laut bahkan mencapai daratan dan mengenai sejumlah warung yang berada di sekitar pantai.
"Ada satu warung kecil pinggir pantai rusak ringan, di Pantai Jungwok," kata Sunu.
Menurut Sunu, gelombang mencapai puncaknya pada Selasa dengan ketinggian sekitar 18 feet atau kurang lebih 5 meter. Namun, ketinggian gelombang diperkirakan mulai menurun hingga Selasa sore.
Meski demikian, warga diminta tetap mewaspadai potensi gelombang tinggi kembali terjadi. Sunu memperkirakan gelombang berpotensi kembali meningkat pada Kamis (13/8/2026) malam hingga Jumat (14/8/2026) siang.
"Kemungkinan akan naik Kamis 13 Agustus malam sampai Jumat, 14 Agustus siang," ujarnya.
Sebelum gelombang tinggi menerjang, petugas telah menyampaikan informasi dan imbauan kepada warga maupun pedagang di kawasan pantai.
Sejumlah pedagang juga telah mengamankan barang dagangan mereka untuk mengantisipasi terjangan ombak.
"Sudah diinformasikan, para pedagang sudah mengungsikan dagangannya, sehingga dampaknya tidak begitu banyak," kata Sunu.
Sunu menambahkan, fenomena gelombang tinggi di pantai selatan Gunungkidul merupakan kejadian yang biasa terjadi setiap tahun. Warga yang tinggal dan beraktivitas di sekitar pantai pun telah terbiasa melakukan langkah antisipasi.
"Kalau orang dulu disebut laut selatan sedang menyapu," tuturnya.





