Lambeturah.co.id - Penyelenggaraan acara hiburan sound horeg di Kota Batu, Jawa Timur, mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial. Kegiatan karnaval yang dimulai sejak Minggu (18/10/2026) tersebut dilaporkan terus menggelegar hingga matahari terbit pada Senin (19/10/2026) pagi.
Aksi dentuman musik keras hingga pagi hari ini memicu gelombang kritik dari masyarakat dan warganet. Salah satu unggahan yang menyita perhatian publik diunggah oleh akun Threads `@triaartaciolina`. Dalam unggahannya, ia meluapkan kekecewaannya atas dampak buruk dari acara tersebut bagi kenyamanan lingkungan sekitar.
Selain intensitas suara yang dinilai melampaui batas toleransi dan penutupan jalan umum, ia juga menyoroti tumpukan sampah yang berserakan di area lokasi kegiatan.
"GILA BANGET SOUND HOREG DI BATU, Sampe matahari muncul loh, bukan subuh lagi. Sampahnya kayak gitu, suaranya gabisa d dengerin, mau diliat ga pantes, jalan di tutup, didekat panggung ada orang meninggal, dan tetep aja acaranya jalan. Naudzubillah, RIP kemanusiaan," tulis pemilik akun tersebut.
Isu mengenai adanya warga yang meninggal dunia di dekat area panggung saat acara berlangsung semakin memperkeruh suasana. Kendati informasi pasti mengenai insiden tersebut masih memerlukan konfirmasi resmi dari pihak berwenang, salah satu tanggapan warganet memperkuat klaim tersebut.
Melalui kolom komentar, akun `@auliyaainur` mengklaim bahwa korban yang meninggal merupakan keluarganya. "Yang meninggal saudaraku kak, bener2 nir empati 🥹," tulisnya.
Reaksi Pedas Netizen: Dari Soal Etika Hingga Kebersihan
Unggahan tersebut langsung memancing beragam reaksi keras dari warganet. Banyak yang menyesalkan ketiadaan empati serta rasa toleransi dari panitia maupun peserta karnaval terhadap masyarakat sekitar.
Akun `@nrsshfaaa` mengingatkan pentingnya batasan waktu dalam menggelar acara terbuka. "Tapi seharusnya mengerti waktu, jangan sampai suaranya berlangsung hingga pagi," tulisnya dalam bahasa Jawa.
Kritik tajam mengenai kesadaran menjaga kebersihan juga dilayangkan oleh pengguna lain yang menyayangkan banyaknya sampah yang ditinggalkan begitu saja di jalanan tanpa ada upaya penanganan mandiri dari pengunjung.
Sementara itu, akun `@m_ridhuan21` menyentil keras sikap penyelenggara yang dinilai tetap melanjutkan acara meskipun beredar kabar adanya warga yang meninggal di sekitar panggung. "Kalau ada orang meninggal, seharusnya sound-nya dimatikan," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun pemerintah daerah setempat terkait izin penyelenggaraan acara, pengelolaan kebersihan pasca-acara, serta verifikasi atas laporan adanya korban meninggal dunia di lokasi kejadian.





